Radarmakasasar.id — Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulawesi Selatan, Nurdin Beta, mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai ladang amal selama bulan Ramadhan.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya sorotan dan perbincangan warganet terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Menurut Nurdin, dinamika dan kritik yang berkembang di ruang digital merupakan hal yang wajar dalam program berskala besar. Namun, ia berharap momentum Ramadhan dapat menjadi ruang untuk memperkuat semangat saling mengingatkan dengan cara yang santun dan membangun.
“Media sosial seharusnya menjadi sarana berbagi informasi yang benar dan edukatif. Di bulan Ramadhan ini, mari kita jadikan setiap unggahan sebagai ladang amal, bukan ladang perpecahan,” ujar Nurdin dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (28/2/2026).
Program MBG sendiri menjadi perhatian publik karena menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Di Sulawesi Selatan, sejumlah dapur MBG telah beroperasi dan melibatkan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan serta distribusi makanan.
Nurdin mengakui, sorotan warganet kerap muncul terkait kualitas makanan, distribusi, hingga transparansi pengelolaan. Ia menilai kritik tersebut perlu dijawab dengan keterbukaan dan perbaikan berkelanjutan.
“Kami terbuka terhadap masukan. Justru dengan pengawasan publik, program ini bisa berjalan lebih baik. Namun mari kita sampaikan pendapat dengan data dan niat baik,” katanya.
I
a juga mengimbau para pengelola dapur MBG untuk aktif memberikan klarifikasi apabila muncul informasi yang kurang tepat di media sosial. Transparansi, lanjutnya, menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Diketahui sejumlah pengamat komunikasi publik menilai, penggunaan media sosial secara bijak dapat memperkuat dukungan terhadap program sosial pemerintah maupun inisiatif masyarakat. Ramadhan, sebagai bulan refleksi, dinilai menjadi momentum yang tepat untuk membangun narasi positif.
Sementara itu, sejumlah warganet menyambut baik ajakan tersebut. Mereka berharap program MBG benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat, sekaligus dikelola secara profesional dan akuntabel.
Nurdin menegaskan, tujuan utama MBG adalah memastikan akses makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan. “Mari kita jaga niat baik ini bersama-sama. Kritik boleh, tetapi tetap dalam koridor etika dan semangat memperbaiki,” ujarnya.(**)






