Kemendikti Ajak Industri Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Kembangkan dan Hilirisasi Hasil Riset

Sosialisasi Program Ajakan Industri 2026 yang digelar di Baruga Prof. Baharuddin Lopa, Fakuktas Hukum Universitas Hasanuddin, Kampus Unhas, Rabu (3/12). 

Makassar, RadarMakassar.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui Direktorat Hirilisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan mengajak industri usaha untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan dan hirilisasi hasil riset. 

Ajakan itu disampaikan Direktorat Hirilisasi dalam sosialisasi Program Ajakan Industri 2026 yang digelar di Baruga Prof. Baharuddin Lopa, Fakuktas Hukum Universitas Hasanuddin, Kampus Unhas, Rabu (3/12). 

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Dirjen Riset dan Pengembangan, Prof. Yos Sunitiyoso menjelaskan, melalui Program Ajakan Industri 2026, industri dan perguruan tinggi  kolaborasi untuk menghasilkan solusi teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan perusahaan serta mempercepat hirilisasi dan komersialisasi produk inovasi.

“Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan program dengan dukungan pendanaan LPDP guna memperluas jangkauan dan manfaat bagi industri. Fokus tujuannya untuk mewujudkan riset, pengembangan, sains, teknologi dan inovasi yang berdampak dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Yos. 

Langkah awal pelaksanaan program, Kemendikti Saintek menugaskan langsung Unhas untuk mengumpulkan industri – industri di kawasan timur Indonesia terlibat dalam program tersebut. 

Ketua Panitia Sosialisasi Program Ajakan Industri 2026, Dr. Asmi Citra Malina mengatakan, tercatat ada 487 industri yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini.

“Yang mendaftar ke kami itu ada sebanyak 115 Perguruan Tinggi, badan usaha dalam bentuk CV sebanyak 50 dan 175 tergolong usaha kecil,” katanya dalam sambutan.

Nantinya kata Dr. Asmi, industri yang mendaftar dan mengirimkan proposal pendanaan program yang kemudian dinyatakan lolos, akan diberikan pendanaan dalam bentuk kegiatan untuk membantu perguruan tinggi mengembagkan hasil riset unnggulan.

“Semua yang hadi di sini semoga diterima proposalnya,” imbuh Dr. Asmi.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas, Prof. Subehan mengatakan bahwa melalui program ini, industri akan dilibatkan dalam hilirisasi hasil – hasil penelitian yang ada di perguruan tinggi.

“Dari Kementerian Direktorat Hirilisasi meminta untuk penyelenggaraan sosialisasi ini dilaksanakan di Unhas, kami bantu dalam hal koordinasi untuk mengumpulkan para mitra, para pengusaha dari berbagai sektor,” katanya.

Industri – industri akan dihubungkan dengan peneliti dari perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.

“Ada beberapa paket program pendanaan dari kementerian yang kemudian ini yang mendukung hirilisasi tadi, menjembatani antara peneliti yang ada di perguruan tinggi yang sudah mau hirilisasi prodaknya. Kan prodak ada prodak dasar, kemudian ada yang sudah tahapan nah ini sudah siap prodak yang akan dilempar ke masyarakat nantinya,” jelas Prof. Subehan.

Program ini lanjut Prof. Subehan, di buka untuk semua. Dari Unhas sendiri, ia menyebut akan berusaha memasukkan  hasil – hasil penelitian sebanyak mungkin yang sudah siap hilirisasi.

“Banyak hasil penelitian tapi tidak langsung  ke hilirisasi itu, ini yang kita harapkan yang sudah siap hirilisasi kita harus bisa gabung,” pungkasnya. (jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *