Daerah  

Penyaluran BPNT di Tombolo Dinilai Tak Tepat Sasaran, Lurah: Seluruh Data Dari Bulog

RADARMAKASSAR.ID — Sejumlah warga di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengeluhkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai tidak lagi tepat sasaran. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya rutin menerima bantuan tersebut, kini tidak mendapatkan lagi pada periode penyaluran terbaru.

Sebaliknya, beberapa warga yang dinilai mampu justru masih tercatat sebagai penerima. Kondisi ini memicu kebingungan dan protes dari warga yang merasa berhak namun tidak lagi memperoleh bantuan.

Keluhan mulai bermunculan sejak awal pekan lalu. Sejumlah warga mendatangi kantor kelurahan untuk meminta penjelasan terkait perubahan penerima manfaat.

“Ini yang saya herankan. Padahal dulu kami dapat sekarang tidak lagi. Yang kami sayangkan masyarakat tergolong mampu masih bisa dapat,” keluh Naba, warga Karaeng Loe Sero, Kelurahan Tombolo, kepada Radar Makassar, Selasa (9/12/2025). 

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat melakukan evaluasi dan pemutakhiran data secara menyeluruh. Mereka menilai validasi data sangat penting agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat Tombolo juga meminta agar proses verifikasi diperketat. Mereka menilai data warga mampu yang masih tercatat sebagai penerima bantuan harus segera diperbaiki.

“Kami masih menunggu penjelasan resmi dari instansi terkait mekanisme perbaikan data dan peluang bagi KPM yang terdampak untuk kembali mendapatkan hak mereka,” harapnya.

Terpisah, Lurah Tombolo, Andi Ahmad Gazali yang dikonfirmasi mengatakan, penyaluran BPNT serentak dilakukan di seluruh wilayah dan langsung ditangani masing-masing koordinator dari bulog. Sedangkan kantor Kelurahan hanya menyediakan tempat pendistribusian.

Terkait daftar BPNT, lanjut Andi Ahmad, seluruhnya sesuai data yang diterbitkan Bulog dan pihak Kelurahan mendistribusikan semua daftar yang tertera. 

Seluruh daftar keluarga penerima manfaat itu diterbitkan dari Bulog, seluruh data yang keluar siapa penerimanya itu dari Bulog. Dimana, orang Bulog datang pada hari Sabtu ke kami, dan kami hanya dimintai untuk menyediakan kantor lurah sebagai tempat pendistribusian,” jelas Andi Ahmad.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *