Radarmakassar.id — Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., secara resmi menerima Buku Tabungan Biaya Hidup Mahasiswa secara simbolis pada Selasa (27/1) sekitar pukul 16.00 WITA. Kegiatan ini berlangsung di Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin.
Penyerahan buku tabungan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si. Buku tabungan biaya hidup ini nantinya akan dimanfaatkan oleh ratusan mahasiswa di lingkup ITB Nobel Indonesia sebagai bagian dari program beasiswa pemerintah dalam menunjang kelangsungan studi mereka.
Dalam sambutannya, Rektor ITB Nobel Indonesia menegaskan pentingnya tanggung jawab dan keseriusan mahasiswa penerima beasiswa dalam mengelola dana yang telah diberikan. Ia meminta agar bantuan biaya hidup tersebut digunakan secara optimal dan tepat sasaran untuk mendukung kebutuhan akademik selama menjalani perkuliahan.
“Saya mengingatkan kepada para penerima beasiswa bahwa kami menetapkan standar yang tinggi bagi kualitas pendidikan mereka, karena mereka dibiayai negara. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjadikan mereka sebagai sarjana yang berkualitas,” ujar Badaruddin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan merupakan jalan strategis untuk mengubah nasib dan meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut memiliki tekad, kedisiplinan, serta komitmen kuat dalam menyelesaikan studi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menyampaikan bahwa keberhasilan program beasiswa pemerintah tidak terlepas dari keseriusan pihak perguruan tinggi, khususnya dalam proses administrasi, verifikasi, dan klarifikasi data mahasiswa calon penerima, termasuk kondisi keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa dana beasiswa yang telah masuk ke rekening masing-masing mahasiswa harus dimanfaatkan secara bijak guna memperlancar dan memudahkan penyelesaian studi di perguruan tinggi.
“Para mahasiswa penerima beasiswa ini harus belajar dengan tekun dan serius. Prestasi akademik harus dijaga dengan baik, IPK harus tinggi, dan pihak kampus akan secara rutin melakukan evaluasi prestasi akademik setiap akhir semester,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Andi Lukman berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu, memiliki capaian akademik yang unggul, serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan kelembagaan, tanpa mengesampingkan prioritas utama yakni penyelesaian kuliah. (*)






