Radarmakassar.id – Isu strategis perbatasan kembali menjadi sorotan akademik melalui diskusi yang digelar Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Bosowa (Unibos) bertajuk “Outstanding Boundary Problems Indonesia–Malaysia: Konflik Wilayah dan Jalan Menuju Resolusi” pada Rabu, 15 April 2026, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Kegiatan ini menghadirkan Suparman Rasyid, S.IP., selaku Kasubag Monitoring dan Evaluasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Utara, sebagai narasumber utama yang membahas secara komprehensif berbagai persoalan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia yang hingga kini masih menjadi tantangan.
Diskusi dibuka oleh Ketua Program Studi HI Unibos, Muhammad Fahmi Basyhah Fauzi, S.IP., M.Sc., yang menegaskan bahwa isu perbatasan merupakan bagian penting dalam kajian hubungan internasional, khususnya dalam konteks kedaulatan negara.
“Pemahaman terhadap isu perbatasan menjadi hal krusial bagi mahasiswa HI, karena berkaitan langsung dengan aspek diplomasi, kedaulatan, dan kepentingan nasional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Suparman Rasyid menjelaskan bahwa persoalan outstanding boundary tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Konflik wilayah tidak hanya soal garis batas, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif melalui diplomasi, koordinasi lintas sektor, serta komitmen bersama kedua negara,” jelasnya.
Secara tidak langsung, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan pengelolaan kawasan perbatasan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dan peserta umum melalui sesi tanya jawab yang dinamis. Berbagai perspektif dan analisis kritis turut mewarnai jalannya diskusi, mencerminkan tingginya antusiasme terhadap isu-isu strategis di kawasan perbatasan.
Melalui kegiatan ini, Prodi Hubungan Internasional Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap isu global dan regional, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan serta pemahaman mendalam terhadap dinamika hubungan bilateral Indonesia–Malaysia. (*)






