RadarMakassar.id – Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kegiatan ilmiah dan kesehatan kawasan timur Indonesia dengan menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (PERDOSNI) 2026, sebuah forum strategis yang mempertemukan para ahli saraf dari seluruh Indonesia untuk membahas perkembangan terbaru dalam ilmu neurologi, inovasi teknologi medis, serta penguatan pelayanan kesehatan saraf yang komprehensif.
Mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan meningkatnya kasus stroke, gangguan nyeri kronik, epilepsi, demensia, Parkinson, gangguan tidur, hingga penyakit saraf lainnya yang semakin menjadi perhatian nasional, termasuk penurunan kualitas otak yang bisa menghambat terwujudnya Generasi Emas 2045.
Sebanyak 1.153 peserta yang terdiri dokter spesialis neurologi, dokter umum, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan multidisiplin, serta pelaku industri kesehatan hadir dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Makassar.
Event ini juga dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa, Ketua Kolegium Neurologi Indonesia Prof Syahrul,
Guru Besar Ilmu Neurologi Unhas Prof Muhammad Akbar, staf ahli Pemkot Makassar Akhmad Namsun, dan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dr.Ishak Iskandar.

Selain simposium ilmiah, PIN PERDOSNI 2026 juga mencakup workshop keterampilan klinis, diskusi panel kebijakan kesehatan, presentasi riset terbaru, hingga forum kolaborasi nasional antar pusat layanan neurologi.
Ketua Panitia Pelaksana, dr. Ummu Atiah, Sp.N(K), menyampaikan bahwa penyelenggaraan PIN ini bukan sekadar pertemuan ilmiah rutin, melainkan wadah membangun masa depan layanan neurologi Indonesia yang lebih adaptif dan berkualitas.
“Kami ingin menghadirkan forum yang tidak hanya kaya secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Neurologi saat ini berkembang sangat cepat, sehingga kolaborasi, inovasi, dan transfer ilmu menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PERDOSNI, Dr. dr. Dodik Tugasworo, Sp.N.,Subsp. NIIOO (K), M.H, menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan neurologi di seluruh Indonesia, termasuk kawasan timur.
Menurutnya, pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan mencerminkan semangat desentralisasi ilmu pengetahuan dan penguatan jejaring nasional dibidang neurologi.
“Pertemuan ini tidak hanya meningkatkan keilmuan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan mendorong pembangunan kesehatan neurologi di masyarakat,” ujarnya.
PIN PERDOSNI 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi strategis terkait peningkatan layanan stroke, pemanfaatan teknologi digital dalam diagnosis neurologi, pengembangan telemedicine transformasi digital, pendidikan berkelanjutan dokter, serta kolaborasi riset nasional dan internasional.
Selain nilai ilmiah, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan hospitality di Makassar dengan hadirnya peserta dari berbagai provinsi. Para tamu juga akan diperkenalkan pada kekayaan budaya Sulawesi Selatan, keramahan masyarakat, serta kuliner khas daerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Makassar diharapkan semakin dikenal sebagai kota yang siap menjadi pusat pertemuan ilmiah nasional dan internasional.
Mendorong Agenda Nasional “Otak Sehat, Negara Kuat”
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, PIN PERDOSNI 2026 juga menjadi momentum peluncuran narasi kebijakan nasional bertajuk “Otak Sehat, Negara Kuat.” Inisiatif ini menempatkan kesehatan otak sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul.
PERDOSNI menegaskan bahwa kesehatan otak tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu klinis, tetapi sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Gangguan neurologi memiliki dampak luas terhadap produktivitas, kualitas hidup, hingga beban pembiayaan kesehatan negara.
Rangkaian Kegiatan PIN PERDOSNI 2026
National Scientific Meeting PIN PERDOSNI 2026 yang diselenggarakan pada 29 April – 3 Mei 2026 di Claro Hotel Makassar dengan mengangkat tema besar: “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care.”
Sebanyak 59 pemateri hadir dalam simposium dan 71 pemateri dalam workshop, yang mencakup berbagai topik seperti neurointensive care, neurointervention, neurooncology, neurotrauma, hingga neuroimunologi.
Kegiatan ini juga menghadirkan lima pembicara internasional, yaitu: Prof. Noriko Isobe, MD, PhD (Jepang); Dr. Roland Dominic Jamora, MD, PhD (Filipina); Prof. Zubaidah Jamil Osman, PhD (Malaysia); Prof. Dr. Khairul Azmi Abd Kadir (Malaysia); dan Sebastian Slijderink (Belanda)
Kegiatan di PIN PERDOSNI 2026 meliputi Workshop (29-30 April 2026), Symposium (1-2 Mei 2026), Poster dan oral presentation (1-2 Mei 2026), Gala Dinner (1 Mei 2026), Yudisium Fellowship (2 Mei 2026), dan Neurosport (Fun Walk) (3 Mei 2026).
Adapun 13 workshop yang diselenggarakan dengan tema umum meliputi: Neurointensive Care, Pain, Neurointervention, Headache, Neurooncology, Botulinum Toxin, Neuroinfection & Neuroimmunology, Neuroepidemiology, Neurotrauma, dan Neurophysiology.
Agenda Kebijakan Strategis PERDOSNI
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PERDOSNI merumuskan lima agenda kebijakan utama.
Pertama, menetapkan kesehatan otak sebagai isu pembangunan nasional. Menempatkan fungsi kognitif, pencegahan disabilitas neurologis, dan kualitas hidup sebagai indikator penting kekuatan bangsa.
Kedua, memperkuat pencegahan dan deteksi dini sepanjang daur hidup melalui pendekatan life-course brain health yang mencakup edukasi faktor risiko hingga deteksi dini gangguan neurologis.
Ketiga, mendorong pemerataan layanan neurologi, penguatan jejaring layanan dari primer hingga tersier, termasuk sistem rujukan dan neurorehabilitasi.
Keempat, mempercepat integrasi sains dan teknologi. Dimana pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu layanan, pendidikan, dan kolaborasi berbasis bukti.
Kelima, membangun kemitraan lintas sektor
Kolaborasi dengan pemerintah, BPJS Kesehatan, institusi pendidikan, sektor swasta, dan organisasi pasien.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PIN PERDOSNI 2026 diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi, pertukaran ilmu pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi nasional dan internasional dalam bidang neurologi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan saraf.
Ke depan, PERDOSNI akan menindaklanjuti hasil forum ini melalui rekomendasi kebijakan nasional, dokumen posisi resmi, serta peta jalan implementasi 2026–2030 yang berfokus pada penguatan layanan neurologi di Indonesia. (*)






