GOWA, RADAR MAKASSAR.ID — Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik Barammamase, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk tetap menjaga suasana aman, damai, dan kondusif di tengah berbagai isu yang belakangan ramai diperbincangkan terkait Pemerintah Kabupaten Gowa.
Menurutnya, dalam enam hingga tujuh bulan terakhir, Kabupaten Gowa menjadi sorotan berbagai media lokal maupun nasional akibat sejumlah dugaan yang mencatut nama Bupati Gowa, Hj. St. Husniah Talenrang. Selain menjadi perhatian publik melalui pemberitaan media, isu tersebut juga memicu gelombang demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat.
Andi Bau Malik Barammamase menilai situasi yang berkembang saat ini perlu disikapi secara bijaksana oleh seluruh masyarakat dengan mengedepankan persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum memiliki kepastian hukum.
“Kami berharap dan menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Gowa agar tetap menjaga suasana aman dan damai serta tidak mudah terprovokasi melakukan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Ia bersama Ketua Forum Komunikasi Generasi Pelanjut Sultan Hasanuddin (FKGP SH), Andi Pangerang Nur Akbar, mengajak masyarakat untuk menghormati dan mengawal proses yang sedang berjalan di DPRD Kabupaten Gowa, termasuk berbagai agenda Panitia Khusus (Pansus) yang tengah melakukan pendalaman terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik.
Menurutnya, anggota pansus perlu diberikan ruang untuk bekerja secara profesional dan independen guna menemukan fakta serta kebenaran yang sesungguhnya.
“Mari kita semua menghargai dan mengawal proses yang sementara berjalan di DPRD Gowa. Kita beri kesempatan bagi anggota pansus menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga dapat menemukan kebenaran yang sebenarnya dan masyarakat tidak saling menyalahkan,” katanya.
Andi Bau Malik menegaskan bahwa berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat harus mendapatkan kejelasan agar tidak menimbulkan perpecahan serta dapat mengembalikan wibawa dan harga diri masyarakat Gowa.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai Siri’ sebagai budaya dan kehormatan masyarakat Gowa.
“Semua dugaan yang ramai diperbincangkan harus menemukan fakta yang sebenar-benarnya. Siapapun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku demi menegakkan Siri’ dan martabat masyarakat Gowa,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh upaya adu domba yang dapat memperkeruh situasi. Menurutnya, masyarakat perlu menunggu hasil proses yang sedang berlangsung secara bersama-sama dan tetap menjaga persatuan.
“Ini adalah persoalan besar yang tidak boleh dipermainkan. Mari kita tunggu hasilnya secara bersama dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian di Kabupaten Gowa,” pungkasnya.(*)






