Makassar, Radarmakassar.id– Produk gula aren lokal asal Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Clemira Palm Sugar, terpilih untuk mempromosikan produknya dalam ajang Indonesian Gastrodiplomacy Series kedua yang berlangsung tahun ini.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk mendorong produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Melalui fasilitasi dari Pemkot, pihak Clemira Palm Sugar mendapatkan kesempatan berharga untuk memperkenalkan bisnis mereka dan mengikuti business matching langsung dengan para pelaku delegasi dari berbagai negara.
Owner Clemira Palm Sugar, Sumarni mengungkapkan bahwa dalam ajang internasional ini, mereka membawa tiga varian produk unggulan asli lokal, yaitu gula aren bubuk, gula aren cair, dan gula aren kubus (cube).
“Bahan baku produk ini asli dari Kabupaten Bone, namun kami melewati dua kali proses pengolahan. Pertama kali di Kabupaten Bone dan kedua di Kota Makassar,” ujarnya saat ditemui di bootnya di Hotel The Rindra, Makassar, Rabu (24/6/2206).
Sejauh ini, Clemira Aren telah melalui berbagai tahap inkubasi dan pembinaan, di antaranya oleh Inkubator Makassar, Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, serta Bank Indonesia. Produk-produk tersebut dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan bubuk 1 kilogram, 400 gram, hingga 100 gram. Selain itu, varian gula aren cube menjadi salah satu yang diminati karena praktis digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari maupun dikonsumsi langsung sebagai penambah energi.
Melalui kegiatan yang dihadiri oleh peserta dan calon pembeli dari luar negeri ini, pihak Clemira Aren menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah memberikan wadah bagi pengusaha pemula.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, produk lokal dan khususnya Clemira makin dikenal luas. Mudah-mudahan kami juga bisa mendapatkan *buyer* (pembeli internasional) di sini,” pungkasnya.
Forum Business to Business (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 memang dinilai menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar, Mutia Haidir, usai mengikuti Business Forum IGS 2026 yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan 41 delegasi dari 28 negara sahabat di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
“Forum B2B seperti ini sangat penting karena membuka wawasan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas negara, serta bisa membuka jaringan perkenalan produk lokal,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat para pengusaha asing untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan daerah, mulai dari sektor pangan, perikanan, perkebunan, kuliner, hingga peluang investasi di sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Sebanyak 13 negara yang terlibat dalam sesi Business to Business (B2B) tersebut yakni Filipina (Philippines), Belanda (Netherlands), Meksiko (Mexico), Venezuela, Ukraina (Ukraine), Ethiopia, Tunisia, Kuba (Cuba), Laos, Fiji, Kamboja (Cambodia), Nigeria, dan Kosta Rika (Costa Rica).
Menurut Mutia, kehadiran delegasi asing dalam forum tersebut memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjajaki kerja sama perdagangan, investasi hingga membuka akses ekspor yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
“Kita bisa memperkenalkan produk-produk yang kita miliki kepada negara lain, sekaligus melihat peluang kerja sama yang mungkin selama ini belum terpikirkan,” kata Mutia. (Jar)






