Unhas Lantik 21 Pejabat, Siapkan AI Masuk ke Seluruh Lini Kampus

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa melantik 21 pejabat baru yang terdiri atas wakil rektor, dekan, ketua dan wakil ketua lembaga di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas, Selasa (7/7/2026). 

Makassar, Radarmakassar.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) melantik 21 pejabat baru yang terdiri atas wakil rektor, dekan, ketua dan wakil ketua lembaga di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas, Selasa (7/7/2026). 

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Unhas juga mengumumkan pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence (AI) sebagai langkah mempercepat transformasi menuju kampus berkelas dunia.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan pelantikan merupakan bagian dari penyegaran organisasi pada periode kepemimpinannya yang kedua. Menurutnya, sebagian besar pejabat lama tetap dipertahankan karena berbagai program strategis kampus masih dalam proses penyelesaian.

“Empat tahun terlalu singkat sehingga banyak mimpi kami masih on progress. Karena itu sebagian besar pejabat masih melanjutkan tugasnya, seperti halnya saya masih lanjut” ujar Prof. JJ, sapaannya.

Ia menegaskan, fokus utama kepemimpinan kali ini adalah mempercepat transformasi digital melalui pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan AI. Lembaga tersebut akan berada langsung di bawah rektor dan bertugas mengawal penerapan teknologi AI di seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi.

Menurut Prof. JJ , Unhas menargetkan menjadi salah satu pusat data (data center) di Indonesia Timur sekaligus menerapkan sistem AI dalam administrasi maupun pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memiliki literasi artificial intelligence. AI bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan yang harus direspons perguruan tinggi,” katanya.

Ia menilai, pembentukan lembaga khusus AI diperlukan agar transformasi digital berjalan lebih cepat. Jika hanya ditempatkan pada tingkat direktorat atau subdirektorat, pengembangannya dinilai tidak akan optimal.

Selain lembaga AI, Unhas juga membentuk Global Research Institute untuk memperkuat riset internasional sekaligus mendukung target peningkatan peringkat menuju world class university. Melalui lembaga tersebut, Unhas akan menghimpun berbagai pusat riset internasional dan memperluas akses pendanaan penelitian dari lembaga global.

“Kalau Unhas menggunakan cara yang sama, kita akan stagnan. Karena itu kita harus menggunakan pendekatan baru agar mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. JJ juga menegaskan penugasan salah satu wakil rektor yang saat ini membantu mengawal transisi kepemimpinan di Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak akan mengganggu kinerja di Unhas.

Menurutnya, sistem kerja digital yang telah diterapkan memungkinkan seluruh proses administrasi dijalankan secara daring, sementara antarpejabat saling mendukung agar roda organisasi tetap berjalan optimal.

“Kami saling backup. Sekarang era AI dan transformasi digital, banyak urusan administrasi bisa diselesaikan melalui perangkat digital sehingga tugas tambahan tidak mengganggu pelayanan di Unhas,” pungkasnya. (Jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *