WAJO, Radarmakassar.id – Undangan terbuka yang disampaikan masyarakat Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, kepada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dijawab dengan aksi nyata. Lima legislator DPRD Sulsel turun langsung menemui warga untuk mendengarkan aspirasi sekaligus meninjau kondisi ruas Jalan Provinsi Anabanua–Malakke yang menjadi keluhan masyarakat, Jumat (17/7/2026).
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Tiga DPRD Sulsel, Sufriadi Arif, didampingi anggota DPRD Sulsel Daerah Pemilihan (Dapil) Wajo–Soppeng, yakni Sultan Tajang, Anarchie Arus Bakti, H. Suriadu Bohari, dan Andi Ayoga Fadel Akbar.
Kehadiran para legislator disambut antusias ratusan warga yang sejak awal berharap persoalan jalan tidak hanya dibahas dalam rapat, tetapi juga dilihat langsung di lapangan. Warga menilai kehadiran tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap aspirasi yang selama ini mereka perjuangkan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga menjamu rombongan DPRD Sulsel dengan makan siang bersama sebelum melanjutkan dialog mengenai kondisi ruas Jalan Provinsi Anabanua–Malakke yang masih menyisakan sekitar enam kilometer jalan belum tertangani.
Usai berdialog, para legislator bersama perwakilan masyarakat dan pihak kontraktor turun langsung meninjau lokasi. Mereka menyusuri ruas jalan yang dikeluhkan warga untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus mendengarkan penjelasan teknis terkait sisa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan karena keterbatasan anggaran.
“Kami ingin melihat langsung kondisi sebenarnya. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar. Kami harus hadir, melihat, dan memastikan ada solusi yang bisa diperjuangkan,” ujar Sufriadi Arif.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kontraktor menyatakan akan melakukan penanganan sementara secara sukarela melalui pemerataan badan jalan agar akses masyarakat menjadi lebih layak dilalui. Sementara itu, DPRD Sulsel berkomitmen mengawal penganggaran lanjutan pada APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 guna menuntaskan sisa pembangunan sekitar enam kilometer ruas jalan tersebut.
Perwakilan masyarakat Desa Lautang mengapresiasi respons cepat para wakil rakyat yang memenuhi undangan warga. Menurut mereka, kehadiran langsung para legislator memberikan harapan baru bahwa aspirasi masyarakat benar-benar mendapat perhatian.
“Kami mengundang dan mereka datang. Mereka tidak hanya mendengarkan keluhan kami, tetapi juga makan bersama, berdiskusi, lalu melihat sendiri kondisi jalan yang selama ini kami perjuangkan. Itu yang kami apresiasi,” ujar salah seorang warga Desa Lautang di sela kegiatan.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi dan dialog terbuka antara masyarakat dengan wakil rakyat dapat menghasilkan langkah konkret dalam penyelesaian persoalan di daerah. Bagi warga Desa Lautang, kehadiran DPRD Sulsel bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menunjukkan komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi.






