RADARMAKASSAR.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui program pembinaan kemandirian di bawah kendali Seksi Kegiatan Kerja, WBP berhasil memanen sebanyak 25 kilogram pakcoy hidroponik yang selanjutnya akan dipasarkan kepada pihak ketiga yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa.
Kegiatan panen yang dilaksanakan pada Senin (20/7) ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, didampingi jajaran pejabat struktural.
Bersama para WBP, mereka memanen pakcoy yang telah dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik, sebuah metode pertanian modern yang memanfaatkan larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanah.
Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi WBP untuk mengenal teknologi pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.
Mulai dari proses penyemaian benih, pencampuran nutrisi, pengaturan sirkulasi air, hingga masa panen, seluruh tahapan dilakukan oleh WBP di bawah bimbingan petugas Seksi Kegiatan Kerja.
Keberhasilan panen kali ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja.
Melalui keterampilan hidroponik, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman bercocok tanam, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai sistem pertanian modern yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada WBP merupakan investasi keterampilan yang bernilai jangka panjang.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya memahami cara bertani secara konvensional, tetapi juga menguasai teknik pertanian modern seperti hidroponik yang saat ini memiliki prospek yang sangat baik. Hasil panen memang menjadi capaian yang membanggakan, namun yang lebih penting adalah ilmu, keterampilan, dan etos kerja yang mereka peroleh selama proses budidaya. Selain memberikan pengalaman nyata dalam proses produksi hingga pemasaran melalui kerja sama dengan pihak ketiga, kami berharap bekal ini dapat menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Gunawan.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program hidroponik menjadi salah satu wujud nyata bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi WBP. (*)






