Pegadaian Bertransformasi ke Digital Super Apps Tring

Kepala Bagian Analisa Bisnis & Evaluasi Kinerja Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar, Esra Sanggaria (tengah) dan Pimpinan Cabang Kantor Cabang Daya, Hardsal Rahman (kiri) di dampingi penguji UKW LPDS saat melakukan konfrensi pers di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10).

RadarMakassar.co.id – PT Pegadaian Indonesia memulai babak baru dalam dunia digital dengan meluncurkan aplikasi bernama Tring! By Pegadaian. Inovasi ini hadir sebagai ekosistem keuangan digital terintegrasi yang menyatukan seluruh layanan gadai, investasi emas, dan pembiayaan dalam satu platform yang mudah diakses.

Dilansir laman Pegadaian, aplikasi Tring! Telah diluncurkan secara nasional di Ballroom The Gade Tower, pada Rabu (07/10). Diresmikan oleh Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan bersama CEO Group BRI, Hery Gunardi, Komisaris PT Pegadaian, Sudarto, serta Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo.

Layanan Tring! dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi keuangan yang Cepat, Aman, dan Mudah sebagai sebuah komitmen yang direfleksikan dalam tagline #MulaiDariTring!.

Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman, di mana seluruh kendali finansial kini berada di tangan nasabah. Keunggulan Tring! terletak pada integrasi penuh layanan berbasis emas dan keuangan Pegadaian.

Khusus untuk di wilayah VI yang mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Manado, peluncuran Tring! akan berlangsung di Mall Ratu Indah, Makassar pada 30 0ktober 2025.

Pimpinan Cabang Kantor Cabang Daya, Hardsal Rahman mengatakan Pegadaian Kanwil VI Makassar aktif melayani masyarakat dengan berbagai layanan dan semua ada dalam satu genggaman di Tring!, diantaranya seperti cicilan emas, tabungan emas, pinjaman non-gadai, pengiriman uang, pembayaran online, hingga jasa titipan. 

“Selain itu juga ada layanan produk konvensional dan syariah yang  terkonfersi dalam satu layanan digital Tring,” ujarnya di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10).

Di aplikasi Tring, Pegadaian menghadirkan bergaia promo menarik untuk masyarakat yang ingin menjadi nasabah. Seperti promo sahabat digital, golden dan promo nabung emas. Pegadaian juga menggandeng artis ternama sebagai strategi menggaet nasabah di kalangan Gen Z saat peluncuran nanti.

Sementara itu, Kepala Bagian Analisa dan Evaluasi Kinerja, Esra Sanggaria menyampaikan seputar capaian kinerjanya dalam bebrapa bulan terakhir.  Ia mencatat omset kredit pegadaian saat ini sebesar Rp 31,35 triliun dan aset sebesar Rp12,54 triliun. Omset dan aset tersebut didapatkan dari 1,92 juta nasabah termasuk dari 299 ribu nasabah yang bertransaski tabungan emas.

PT Pegadaian yang juga merupakan Bank Emas pertama di Indonesia mencatat omset cicilan emas 641 kilogram atau Rp 106 trilun, deposito emas 94,21 kilogram dan saldo tabungan emas yang mencapai 768 kilogram dengan jaringan agen yang mencapai 6 ribu lebih.

Lebih rinci, Tiar Arisandi selaku Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan menyampaikan bahwa Pegadaian Makassar saat ini berhasil mengumpulkan emas sebanyak 1 ton lebih dalam kurung waktu 1 tahun. Jika ditaksir nilainya mencapai Rp 700 miliar.

Khusus di Oktober ini, Pegadaian Kanwil Makassar telah mengumpulkan aset emas sebanyak 150 kilogram. Penyumbang terbanyak dari wilayah Makassar kemudian Parepare dan Kendari.

“Peningkatan gadai masyarakat meningkat karena taksiran emas kita dari 4 bulan lalu sudah sekitar Rp1,5 juta sekarang per gram bernilai Rp2 juta, itu membantu peningkatan nilai kita,” ujar Tiar Arisandi di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10).

Pegadaian telah mencapai target 100 persen per hari ini. Untuk proyeksi, Pegadaian menarget capai omset hingga Rp 1 triliun dalam kurung satu tahun kedepan dengan melihat perkembangan harga emas yang semakin naik.

Capaian Pegadaian ini tidak lepas dari peran aktif para agen – agen di seluruh pelosok daerah. Salah satunya dari Samsurya, warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto yang sukses menyumbang omset besar dan meraup keuntungan besar. Sejak bergabung pada 2018, Samsurya telah membukukan omset puluhan miliar.

Dalam wawancara di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10), Samsurya mengungkapkan pada 2022 saja ia telah mencapai omset Rp1,3 miliar dari hasil pelayanan agennya yang diberi nama CP (Cabang Pembantu) Bangkala. Berbekal dua orang karyawan kini agen tersebut menuju capaian omset yang menembus 16 hingga 17 miliar.

“Pada 2022 saya terpanggil untuk menjadi penaksir di Jakarta atas capaian omset Rp 1,3 miliar,” ujarnya.

Dari segi penghasilan, Samsurya meraup keuntungan bersih kurang lebih Rp 40 juta per bulan atau sekitar Rp 50 juta jika hitungan kotor. Hasil itu didapatkan hari berbagai layanan yang diberikan kepada nasabah mulai dari layanan Mikro, Arum Haji, Arum Safar (Umrah), Amanah (Pembiayaan mobil dan motor), pembiayaan BPKB, layanan Upedes, Multiguna untuk Pegawai Negeri Sipil, hingga Layanan Ultramikro untuk pengusaha.

Capaian omset CP Bangkala juga tidak lepas dari dukungan layanan melalui aplikasi Tring. Sebuah fitur layanan hasil terobosan baru Pegadaian dalam mempermudah masyarakat bertransaksi, mencicil dan menggadai emas.

“Saya juga menggunakan aplikasi Tring, saya termasuk agen BRI Link dan sangat terbantu dari aplikasi ini karena saling terkoneksi. Nasabah juga dapat dengan mudah terlayani karena tidak perlu lagi ke outlet untuk antri,” katanya.

Atas jeripayah yang dibangun selama ini, Agen Pegadaian CP Bangkala telah memiliki nasabah sekitar 2.000 lebih. Menurut Samsurya hal ini juga tidak lepas dari dukungan Pegadaian yang terus meberikan edukasi kepada agennya tentang bagaimana menjalankan prospek usaha yang baik. Ilmu itulah yang kemudian diterapkan ke nasabah-nasabah melalui dua karyawannya.

“Harapannya pegadaian selalu menghadirkan tantangan tantangan terhadap agent kemudian suppor yang selalu ada di sales channel kemudian jaringan dan distribusi layanan (JDL),” ucapnya. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *