Unibos Kukuhkan 1.421 Wisudawan PPG, Rektor Ingatkan Ini

Rektor Universitas Bosowa (Unibos), Prof. Batara Surya mengukuhkan 1.421 wisudawan - wisudawati Program Pendidikan Profesi Guru Periode Oktober 2025 di Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (29/10).

Radarmakassar.id – Universitas Bosowa (Unibos) mengukuhkan 1.421 wisudawan – wisudawati Program Pendidikan Profesi Guru Periode Oktober 2025 di Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (29/10).

Wisudawan PPG terdiri dari Program PPG bagi calon guru sebanyak 15 orang bidang studi Pendidikan Sekolah Dasar, Program PPG bagi mahasiswa preteker sebanyak 5 orang dari bidang studi Bahasa Indonesia dan PGSD, PPG bagi
Guru Tertentu sebanyak 800 orang bidang studi Pendidikan Sekolah Dasar, 248 orang bidang studi Bahasa Indonesia dan 353 orang Pendidikan Bahasa Inggris.

Rektor Unibos, Prof. Batara Surya, menyampaikan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia. Tidak ada pemimpin di negara ini apalagi seorang Rektor jika tidak pernah di didik mulai dari pendidikan dasar.

“Keberadaan bapak ibu sangat mulia sekali. Proses pendidikan anak-anak mulai dari SD, SMP dan seterusnya, lebih pada peran sentral bapak ibu, itu sangat penting,” ujarnya.

Gurulah yang meletakkan pondasi, membangun karakter anak bangsa. Jika seorang anak terdidik dengan baik mulai SD sampai ke perguruan tinggi maka akan memberikan manfaat besar terhadap bangsa dan negara

“Tentu dari proses itu, guru adalah suatu profesi yang mulia. Ada amanah dan kepercayaan yang diberikan orang tua kepada bapak ibu untuk melakukan proses pendidikan terutama di level dasar,” kata Prof. Batara.

Menurut Batara, seorang guru sekalipun berada pada desa terpencil, dia tidak akan pernah berhenti membangkitkan semangat anak anak untuk terus maju dan memiliki kecerdasan dari sisi pengetahuan.

“Hari ini salah satu proses tahapan yang dilalui mendapatkan gelar profesi. Ada nilai baru yang harus kita terima bahwa seorang guru ketika berprofesi, pertama tama justifikasinya harus profesional,” ujarnya lagi.

Rektor juga mengingatkan bahwa yang guru didik era sekarang bukan lagi generasi Z tapi generasi alfa yang sudah dibayangi oleh orientasi digitalisasi teknologi.

“Jadi sangat penting membentengi untuk itu, jadi tidak hanya meletakkan karakternya tapi bagaimana terbangun mentalitas dan moralitasnya,” pungkas Prof. Batara.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Lukman mengatakan pelaksanaan wisuda ini merupakan penyelenggaraan Profesi Guru sebagai tugas mulia dan strategis tidak hanya mendidik individu menjadi guru tetapi menyiapkan pembentuk karakter generasi bangsa.

“Saya apresiasi konsistensi dan kualitas penyelenggaraan yang terus meningkat, Unibos telah membuktikan sebagai universitas hebat yang terus berkontribusi nyata bagi pendidikan di Indonesia Timur ini,” katanya.

LLDIKTI juga mendorong agar seluruh perguruan tinggi terus berkembang, hadir sebagai solusi di tengah masyarakat dan pemerintah, melahirkan inovasi, riset dan lulusan yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

“Hari ini Unibos menunjukkan wujud nyata dan cita cita itu, melalui PPG, kampus melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki pengabdian, semangat transformasi dan kemampuan beradaptasi,” ujarnya.

Dr. Lukman juga menyampaikan di era perubahan yang sangat cepat, era digital, kecerdasan buatan dan distrupsi teknologi. Dalam situasi seprti ini peran guru menjadi semakin penting karena di tengah perubahan yang tak terbendung hanya tenaga pendidik yang berkarakter dan berintegritas yang dapat menjaga arah nilai dan kemanusiaan bangsa.

“Kami di LLDIKTI terus mendorong agar menghasilkan guru yang tidak hanya bersertifikat tetapi guru yang berdampak,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Profesi Guru, Dorektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebdayaan Riset dan Teknologi RI, dalam hal ini diwakili Ketua TIm PPG Guru Tertentu Direktorat Profesi Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Neneng Heryati menyampaikan apresiasi atas wisuda tersebut.

Dia menyampaikan bahwa guru menjadi ujung tombak pelayanan pendidikan di Indonesia. Harus ada yang berbeda ketika sebelum PPG dengan yang sudah PPG sebagaimana dalam Undang Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kualifikasi S1 dan S2 serta sertifikat pendidik.

“Ada komitmen bapak ibu harus junjung tinggi dimana masa depan anak bangsa menjadi tanggung jawab kita semua. Di kela kelas sekolah ujung tombaknya ada di bapak ibu semua. Kualitas pendidikan suatu bangsa tidak jauh dari kualitas gurunya. Ketika kualitas guru bagus insyaAllah pendidikan juga akan bagus,” ujar Neneng via zoom. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *