Unhas Lepas Mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera, Wujud Pengabdian kepada Masyarakat

RadarMakassar.id — Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana Sumatera pada Jumat, 12 Desember 2025 di Gedung Rektorat Unhas.

Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Pelepasan ini juga didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), serta Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva), Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., yang membawahi Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat (Subdit PBPM) sebagai pengelola KKN di Universitas Hasanuddin.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Kemahasiswaan, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., Kepala Subdirektorat Pendidikan Internasional, Dr. Februadi Bastian, S.TP., M.Si., serta Kepala Badan Pencegahan Bencana di Universitas Hasanuddin, Ilham Alimuddin, M.Eng sebagai bentuk dukungan penuh universitas terhadap program pengabdian mahasiswa di wilayah terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan pentingnya nilai persaudaraan dan solidaritas, terutama di tengah situasi darurat akibat bencana. Ia menyampaikan, Unhas selalu siap hadir dan menjadi saudara bagi masyarakat terdampak bencana, tanpa memandang wilayah dan latar belakang.

“Di masa genting seperti bencana, kehadiran kita bukan sekadar membantu, tetapi juga meneguhkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Unhas akan selalu berdiri bersama masyarakat,” ujarnya.

Program KKN Tanggap Bencana merupakan kelanjutan dari komitmen Unhas dalam pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun sebelumnya, Unhas telah mengirim mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke empat lokasi di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Luwu, Wajo, Sidrap, dan Enrekang. Sementara itu, pada gelombang pertama penanganan bencana Sumatera, Unhas juga telah mengirim lima mahasiswa yang tergabung dalam UKM SAR Unhas.

Melalui Direktorat Transdiva, Unhas juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk merekognisi aktivitas kerelawanan ini sebagai KKN bagi mahasiswa yang belum melaksanakan KKN. Sedangkan, terkhusus bagi peserta angkatan 2024, Unhas memberikan pilihan rekognisi sebagai mata kuliah KKN atau Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK).

Pada pelepasan kali ini, Unhas mengirim 12 mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana yang berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Pertanian (5 orang), Fakultas Kedokteran/Program Studi Psikologi (2 orang), Fakultas Teknik (1 orang), Fakultas Kesehatan Masyarakat (1 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1 orang), Fakultas MIPA (1 orang), serta Fakultas Kehutanan (1 orang). Seluruh mahasiswa didampingi oleh satu orang Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK). Masa pengabdian direncanakan berlangsung hingga 14 hari, menyesuaikan periode tanggap darurat.

Tim dijadwalkan berangkat pada dini hari 13 Desember 2025, dengan pendampingan langsung dari Bapak Ilham Alimuddin selaku DPK. Keberangkatan mahasiswa dari Makassar menuju Medan, yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan tim alumni Unhas yang lebih dahulu di lokasi. Kepala Subdit PBPM, Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, berkoordinasi dengan Disaster Management Center (DMC) IKATEK Unhas (Ikatan Alumni Teknik) sekaligus mengantar dan melepas tim di bandara sebagai bentuk pendampingan institusional.

Selanjutnya, ia juga dijadwalkan menyusul ke lokasi pengabdian untuk memantau kondisi lapangan, melakukan pembaruan situasi, serta turut mendampingi mahasiswa hingga kegiatan KKN Tematik Tanggap Bencana selesai.

Mahasiswa yang dikirim tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga mengimplementasikan kompetensi akademik sesuai latar belakang keilmuannya masing-masing, sehingga kontribusi yang diberikan bersifat terstruktur, berbasis ilmu pengetahuan, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan KKN Tematik ini, Universitas Hasanuddin menyinergikan kegiatan mahasiswa dengan DMC IKATEK Unhas yang telah lebih dahulu berada di lokasi terdampak dan dikoordinasikan oleh Syukri Ruly.

Informasi kondisi lapangan dan pemetaan kebutuhan yang dihimpun DMC menjadi dasar penentuan lokasi serta program KKN Tematik Unhas, sehingga kehadiran mahasiswa dapat memperkuat respons kemanusiaan yang telah berjalan secara terarah dan tepat sasaran.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tiga program utama, yakni Program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene), Program Penyediaan dan Aksesibilitas Air Bersih (PLA), serta Program Pendampingan Psikologis bagi masyarakat terdampak bencana.

Unhas melalui subdirektorat PBPM juga membuka peluang pengiriman Tim KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera lanjutan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan tambahan dukungan. Keputusan tersebut akan ditetapkan setelah evaluasi kondisi lokasi pada pekan pertama, berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan oleh tim yang telah lebih dahulu diterjunkan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pengembangan kompetensi akademik sekaligus pengalaman lapangan bagi mahasiswa, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam penanganan bencana secara holistik.

Pada saat yang sama, Prof. Muhammad Ruslin juga menyampaikan komitmen Unhas dalam mendukung pendidikan korban bencana. Hingga saat ini, tercatat 13 mahasiswa dari wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera, mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, telah terdaftar sebagai penerima beasiswa pendidikan dari Unhas.

Universitas menjamin pembiayaan pendidikan secara penuh hingga mahasiswa menyelesaikan studi, bahkan termasuk dukungan apabila ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rangkaian kegiatan pelepasan ditutup dengan penyerahan atribut KKN, berupa rompi dan sepatu boot kepada seluruh peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera sebagai simbol kesiapan dan tanggung jawab dalam menjalankan misi kemanusiaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *