Ragam  

Pengurus PALASARA Resmi Dilantik, Ketum: Teguhkan Peran Sebagai Rumah Besar Pelestarian Adat dan Kemajuan Budaya Sulselbar

Suasana pelantikan Pengurus Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (PALASARA) pada Ahad 21 Desember 2025 malam di Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Bau Djemma Makassar.

Makassar, Radarmakassar.id – Pengurus Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (PALASARA) resmi dilantik pada Ahad 21 Desember 2025 malam di Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Bau Djemma Makassar.

Pelantikan pengurus sekaligus perayaan Milad I Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (PALASARA) ini turut dihadiri Sekda Propinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan. Selain itu juga turut dihadiri kurang lebih 131 Lembaga Adat.

Ketua Umum Presidium DPP Palasara, Andi Rusdianto Thalib Karaeng Da’da Daeng Makelo mengatakan Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (Palasara) meneguhkan perannya sebagai rumah besar pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan melalui perhelatan malam Milad I dan Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

“Acara ini menjadi penanda penting perjalanan satu tahun Palasara, sebuah perjalanan yang dalam tempo singkat telah menunjukkan loncatan konsolidasi kelembagaan adat,” bebernya.

“Kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang juga merupakan Dewan Pakar PALASARA, semakin menegaskan posisi PALASARA sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan,”sambungnya.

  • 200 Pengurus DPP PALASARA Resmi Dilantik

Puncak acara ditandai dengan pelantikan 200 orang Pengurus Dewan Pengurus Pusat PALASARA yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Presidium Palasara, Andi Rusdianto Thalib, didampingi oleh Sekretaris Jenderal PALASARA, H. Andi Fahri Makkasau Krg Unjung.

Prosesi pelantikan berlangsung penuh khidmat, sarat makna, dan menjadi simbol kesiapan organisasi untuk melangkah lebih terstruktur dan berdaya jangkau luas.

Dijelaskan pula bahwa pelantikan ini menandai dimulainya masa kerja DPP Palasara dengan tanggung jawab besar menjaga marwah adat, memperkuat jaringan lembaga adat, serta menghadirkan Palasara sebagai simpul kebudayaan yang aktif dan solutif di tengah dinamika zaman.

  • Srikandi dan Satria Palasara Turut Dilantik

Dalam rangkaian acara yang sama, turut dilantik Organ Palasara, yakni Srikandi Palasara dan Satria Palasara. Srikandi Palasara hadir sebagai wadah perempuan bangsawan dan pemangku nilai adat, sementara Satria Palasara menjadi ruang pembinaan generasi muda bangsawan Sulawesi Selatan dan Barat.

Pelantikan dua organ ini menegaskan komitmen Palasara bahwa pelestarian adat tidak hanya bertumpu pada para sesepuh, tetapi juga ditopang oleh peran strategis perempuan dan kesinambungan generasi muda dua pilar penting bagi keberlanjutan peradaban adat.

  • 131 Lembaga Adat Hadir, Raja-Raja Mandar Bersatu

Soliditas Palasara tercermin dari kehadiran 131 Lembaga Adat dari berbagai wilayah. Dari Tanah Mandar, hadir Raja-raja Mandar dari Kerajaan-Kerajaan Pitu Babanna Binanga, antara lain Balannipa, Sendana, Tappalang, dan Binuang, serta dari Pitu Ulunna Salo, di antaranya Tomakaka Mambi dan Tomakaka Bambang.

Selain itu, lembaga-lembaga adat besar dan bersejarah seperti Gowa, Bone, Luwu, Soppeng, Sidenreng, hingga Selayar turut hadir, memperlihatkan wajah Palasara sebagai ruang perjumpaan lintas kerajaan, lintas wilayah, dan lintas generasi.

  • Visi Besar Palasara untuk Indonesia yang Beradab dan Beradat

“Ke depan, Palasara mengusung visi besar sebagai rumah besar adat Sulawesi Selatan dan Barat ruang bersama yang menaungi, melindungi, dan menguatkan lembaga adat sebagai fondasi etika sosial bangsa,” jelas Andi Rusdianto Thalib.

“Sedangkan Misi Palasara diarahkan pada: Pelestarian adat dan nilai luhur sebagai penyangga jati diri masyarakat. Pemajuan kebudayaan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan zaman.

Penguatan kelembagaan adat agar mampu berdialog sejajar dengan negara dan regenerasi nilai melalui perempuan dan generasi muda, khususnya melalui Srikandi dan Satria Palasara Serta Kemitraan kebudayaan demi Indonesia yang harmonis, berkeadilan, dan bermartabat,”urainya.

“Dari Sulawesi Selatan dan Barat, Palasara menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang berakar pada adat dan beradab dalam laku hidupnya. Milad I dan Pelantikan DPP ini menjadi tonggak awal untuk melangkah lebih jauh menjaga warisan, merawat nilai, dan menatap masa depan dengan kebijaksanaan adat,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian Milad seluruh undangan berdecak kagum dengan Orasi Budaya oleh Ketua Umum Srikandi Palasara Andi Hikmawati Patta Umba Permaisuri Raja Gowa ke 38, Beliau meneguhkan fikiran tentang peran dan posisi Perempuan Bangsawan sebagai Penjaga Lidah dan Etika Perempuan Bangsawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *