Tingkat Kelulusan PPG di Unibos di Atas 96 Persen

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Pendidikan PPG bagi Guru Tertentu di Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Neneng Heryati, S.Si., M.M. saat menghadiri wisuda Program PPG bagi guru tertentu periode Januari 2026 via zoom yang dilaksanakan di Balai Sidang 45, Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (28/1).

Makassar, Radarmakassar – Tingkat kelulusan mahasiwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Bosowa (Unibos) sangat tinggi, di atas 96 persen. 

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kerja Fasilitasi Pendidikan PPG bagi Guru Tertentu di Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Neneng Heryati, S.Si., M.M. saat menghadiri wisuda Program PPG bagi guru tertentu periode Januari 2026 via zoom yang dilaksanakan di Balai Sidang 45, Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (28/1).

Awalnya Neneng menyebut, Direktorat PPG selaku penyelenggara pendidikan profesi guru baik PPG calon guru menyiapkan lulusan program S1 atau D-IV untuk mengikuti PPG di 150  perguruan tinggi termasuk di Unibos. Dalam dua tahun terakhir, kurang lebih 1 juta guru telah diikutkan program PPG.

“Kami menyelenggarakan pendidikan profesi guru tertentu atau guru dalam jabatan yang pelaksanaannya dalam dua tahun terakhir kami sudah menyelenggarakan PPG lebih dari 1 juta orang guru, di 2025 sebanyak 800 ribu dan termasuk di Unibos kelulusannya di atas 96 persen,” ungkapnya.

Neneng menambahkan, Unibos telah bekerja sama dengan Direktorat PPG dalam pelaksanaan PPG ini. Ia berharap  tahun ini dan tahun mendatang kerja samanya tetap berlanjut.

“Sejauh ini terlaksana dengan baik dan bapak ibu guru pun lulusan Unibos sebagai alumni tolong dijaga nama baik almamaternya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya lanjut Neneng, tidak lepas dari peran serta Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) karena di LPTK semua proses pembelajaran dilaksanakan kemudian diakhiri dengan pemerolehan sertifikat pendidik yang ditandatangani rektor LPTK masing masing.

“InsyaAllah kualitas pelaksanaan PPG calon guru dimana dilaksanakan secara luring di kelas masing masing LPTK berdasarkan bidang studi PPG nya, itu sangat menjaga tentunya. Terima kasih kepada rektor dan Yayasan Aksa Mahmud yang telah memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi bapak ibu guru dan calon guru yang pelaksanaannya secara tahap,” imbuhnya.

Neneng juga menyampaikan kepada para guru bahwa jika sudah mempunyai sertifikat pendidik maka akan mendapatkan tunjangan profesi.  Namun, ia menekankan guru harus memantaskan diri untuk mendapat tunjangan tersebut. 

“Secara aturan harus mengajar 24 jam, tatap muka, tapi itu hanya di atas kertas. Pada kenyataannya guru tetap membimbing , mendampingi anak anak kita itu tidak terbatas meski hari libur tetap memberikan pelayanan bermakna bagi orang tua murid terutama anak didik,” pungkas Neneng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *