MAKASSAR, Radarmakassar.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik kecurangan dalam ujian yang menjadi penentu masa depan calon pemimpin bangsa tersebut.
”Ini bukan sekadar kegiatan biasa, ini adalah seleksi nasional. Di sinilah calon pemimpin bangsa disaring. Unhas harus menjadi contoh yang baik dalam menegakkan keadilan dan kejujuran,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa saat Konferensi Pers di Ruang Senat Lantai 2, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, Selasa (21/4).
Belajar dari pengalaman tahun lalu, Unhas dikenal sebagai salah satu pusat pelaksana ujian paling ketat di Indonesia. Rektor mengungkapkan bahwa sanksi tegas tidak hanya berlaku bagi peserta, tetapi juga bagi internal kampus.
”Tahun lalu, demi keadilan, ada pegawai kami yang harus diberhentikan bahkan dipenjarakan karena terlibat kecurangan. Kami tidak pandang bulu,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan para orang tua agar tidak mencoba-coba menggunakan jalur ilegal seperti joki, karena Unhas tetap dapat membatalkan kelulusan mahasiswa jika bukti kecurangan ditemukan di kemudian hari.
Ketua Panitia UTBK Pusat Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D,. Sp.BM(K) menjelaskan bahwa berbagai persiapan teknis telah dilakukan secara matang, mulai dari pengecekan infrastruktur listrik hingga koordinasi keamanan. Salah satu langkah preventif yang menonjol adalah penggunaan teknologi jammer (penghambat sinyal) di seluruh ruang ujian.
”Secara teknis, kami melakukan penambahan jammer untuk meng-cover semua ruang ujian guna memitigasi kecurangan. Bapak Rektor sendiri telah menguji kelayakan fungsi alat tersebut di lokasi,” kata Prof. Ruslin.
Selain itu, petugas juga dibekali dengan metal detector untuk memeriksa setiap peserta sebelum memasuki ruangan.
Pada tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 18.971 peserta mengikuti UTBK di Unhas. Terdapat peningkatan signifikan minat calon mahasiswa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada tahun ini ada 33.600 calon mahasiswa yang memilih program studi di Unhas melalui jalur SNBT.
Ujian dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu Kampus Tamalanrea sebanyak 12 lokasi dengan 43 ruang ujian dan Kampus Gowa sebanyak 3 lokasi.
Pelaksanaan ujian di Unhas terbagi menjadi dua sesi setiap harinya dan dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2026.
Unhas juga menyediakan fasilitas bagi peserta difabel. Tercatat ada 6 peserta disabilitas yang mengikuti ujian tahun ini, terdiri dari 3 orang tunarungu, 1 tunawicara, dan 2 tunadaksa. Khusus peserta disabilitas, ujian dijadwalkan serentak pada Rabu, 22 April, berlokasi di Fakultas Hukum. Sesuai aturan nasional, peserta tidak diperkenankan didampingi di dalam ruang ujian untuk menjaga sterilitas proses seleksi.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik Unhas Prof. Dr. drg. Baharuddin Thalib, M.Kes., Sp.Pros (K) berharap agar proses kualitas imput pelaksanaan UTBK ini, standarisasi dijaga dengan baik.
“Apabila kualitas input tidak terjaga dengan baik, akhirnya kualitas proses dan sebagainya juga akan terganggu. Kita berharap bahwa input yang masuk ke Universitas Hasanuddin adalah betul-betul calon mahasiswa-mahasiswa yang terbaik di Indonesia,” harapnya.
Dengan pengawasan ketat yang melibatkan seluruh pimpinan universitas hingga organisasi mahasiswa (Ormawa), Unhas berharap proses seleksi ini dapat menghasilkan mahasiswa-mahasiswa terbaik yang murni lulus karena kemampuan dan kejujuran mereka sendiri.(Jr)






