Tenaga Medis Unhas Respon Cepat Masalah Kesehatan Peserta UTBK, 4 Orang Tertangani

Peserta UTBK Unhas mengalami masalah kesehatan dan tim medis segera melakukan pemeriksaan di Kampus Unhas pada 22, April 2026.

Radarmakassar.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak hanya menuntut kesiapan akademik peserta, tetapi juga dukungan sistem kesehatan yang sigap dan terukur. Di tengah tekanan ujian, kehadiran tenaga medis menjadi elemen penting untuk memastikan seluruh proses berlangsung aman, stabil, dan tanpa hambatan.

Di Universitas Hasanuddin (Unhas), tenaga medis memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi dan menangani berbagai kondisi darurat. Dengan pendekatan berbasis asesmen klinis dan respons cepat, setiap keluhan peserta ditangani secara profesional tanpa mengganggu jalannya ujian.

Kepala Subdirektorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unhas, Prof. Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes., menegaskan, kesiapsiagaan tim medis menjadi bagian integral dari pelaksanaan UTBK. Kehadiran tenaga medis di titik-titik strategis memungkinkan penanganan cepat terhadap berbagai situasi yang muncul di lapangan.

“Tim medis memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh proses ujian berjalan lancar. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi prioritas utama kami, sehingga peserta tetap merasa aman dan terlindungi selama mengikuti UTBK,” jelas Prof Lalu.

Implementasi peran tersebut terlihat dalam penanganan kasus di lokasi UTBK Gowa, tepatnya di Gedung Teknik Elektro. Pada pukul 10.40 WITA, seorang peserta mengeluhkan nyeri perut akibat bekas luka operasi. Tim medis segera melakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 71 kali per menit, serta saturasi oksigen 96 persen yang masih dalam batas stabil.

Berdasarkan hasil tersebut, tim medis memberikan terapi berupa obat anti nyeri sebagai langkah awal. Penanganan dilakukan secara terukur agar keluhan dapat segera diatasi tanpa mengganggu konsentrasi peserta selama ujian berlangsung. Setelah sesi ujian selesai, kondisi peserta dilaporkan membaik secara signifikan.

Kasus kedua terjadi pada pukul 12.10 WITA di lokasi yang sama, ketika peserta mengalami pusing disertai nyeri ulu hati dengan riwayat gastritis. Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 56 kali per menit, serta saturasi oksigen 92 persen, yang mengindikasikan perlunya penanganan segera.

Merespons kondisi tersebut, tim medis melakukan intervensi komprehensif melalui pemberian oksigen, obat anti nyeri, dan antasida. Penanganan disertai observasi ketat untuk memastikan stabilisasi kondisi sebelum peserta diperbolehkan meninggalkan lokasi ujian.

Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap. Setelah diberikan asupan ringan, tekanan darah meningkat menjadi 100/70 mmHg, saturasi oksigen mencapai 99 persen, dan denyut nadi berada pada angka 66 kali per menit. Peserta kemudian dipulangkan dalam kondisi membaik dengan pendampingan orang tua.

Secara keseluruhan, untuk pelaksanaan UTBK hari kedua, tim medis Unhas telah menangani empat kasus, masing-masing dua di lokasi Gowa dan dua lainnya di Tamalanrea. Untuk Tamalanrea, selain peserta, penanganan juga diberikan kepada petugas IT yang mengalami gangguan pada mata.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Unhas menyiapkan dua posko layanan kesehatan yang mendukung pergerakan tenaga medis di lapangan, masing-masing di lokasi UTBK Tamalanrea dan Gowa. Tenaga medis yang dilibatkan merupakan tim profesional dari Rumah Sakit Unhas yang terjun langsung untuk memastikan setiap potensi gangguan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Pendekatan berbasis observasi medis dan intervensi cepat ini mencerminkan komitmen Unhas dalam menghadirkan lingkungan ujian yang tidak hanya kondusif secara akademik, tetapi juga aman dari sisi kesehatan. Dalam konteks ini, tenaga medis menjadi pilar penting yang memastikan setiap proses UTBK berjalan lancar, aman, dan terkendali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *