MAKASSAR, RADAR MAKASSAR.ID-– Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menerima audiensi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Kantor DPRD Sulsel, untuk mendiskusikan sejumlah aspirasi mahasiswa terkait berbagai isu nasional dan kebijakan publik.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan pandangan dan masukan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), operasional Koperasi Desa Merah Putih, persoalan hak asasi manusia, sektor pendidikan, hingga revisi Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam gerakan “Indonesia diambang kehancuran” sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah dan dinamika kebangsaan.
Mahasiswa menilai program MBG perlu terus dievaluasi agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting. Selain itu, mereka juga mendorong adanya pengawasan terhadap pelaksanaan program agar berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Selain menyoroti program MBG, mahasiswa juga menyampaikan perhatian terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi pemerintah desa maupun masyarakat di tingkat bawah.
Di bidang pendidikan, mahasiswa meminta pemerintah tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta penanganan persoalan anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
Mahasiswa juga menyampaikan pandangan terkait perlindungan hak asasi manusia, penyelesaian konflik agraria, serta pentingnya menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Sementara terkait revisi Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, mahasiswa berharap pembahasannya tetap memperhatikan prinsip supremasi sipil, demokrasi, dan semangat reformasi.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.
“DPRD Sulawesi Selatan terbuka terhadap seluruh aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Ruang dialog seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan,” ujar Andi Rachmatika Dewi.
Politisi yang akrab disapa Cicu itu juga mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang memilih jalur dialog dan diskusi dalam menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
“Kami mengapresiasi sikap kritis adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui dialog dan diskusi. DPRD akan terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Rivaldi Nata, mengatakan kehadiran mahasiswa di DPRD Sulsel merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik dalam mengawal kebijakan publik.
“Kehadiran kami di DPRD Sulsel merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat serta mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Rivaldi.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami berharap aspirasi yang kami sampaikan dapat diteruskan kepada para pemangku kebijakan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Mahasiswa akan terus menjaga ruang demokrasi melalui dialog, kajian, dan pengawalan terhadap kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” tutupnya.(*)






