Sebagai Warga RW 7 Maricaya, Ketua DPRD Sulsel Bakal Siapkan Teba Percontohan untuk Atasi Sampah

MAKASSAR – Persoalan pengelolaan sampah menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, di Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Jumat (31/7/2026).

Dalam dialog bersama warga, Andi Rachmatika mengungkapkan bahwa persoalan sampah hampir selalu menjadi keluhan utama masyarakat di setiap titik reses yang telah dikunjunginya.

“Saya sudah mengunjungi delapan kelurahan selama masa reses ini. Hampir di semua kelurahan, persoalan utamanya adalah sampah. Mulai dari kurangnya sosialisasi hingga belum tersedianya infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

Sebagai warga RW 7 Kelurahan Maricaya, Andi Rachmatika mengaku memahami persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungannya. Karena itu, ia berinisiatif memberikan dukungan pembangunan Teba (Tempat Pengolahan Sampah Organik) sebagai percontohan di setiap RW.

“Kita mulai dulu satu Teba di setiap RW. Silakan RT dan RW bermusyawarah menentukan lokasinya. Untuk biaya pembuatannya saya yang akan support. Kalau sudah berjalan dengan baik, baru kita lanjutkan hingga ke tingkat RT,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Teba percontohan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar mengenai pemilahan sampah berbasis rumah tangga.

Andi juga mengingatkan bahwa Agustus masih menjadi masa sosialisasi kebijakan pengelolaan sampah. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan waktu tersebut untuk menyiapkan sarana pendukung sebelum kebijakan diterapkan secara penuh.

“Manfaatkan masa sosialisasi ini untuk mempersiapkan infrastrukturnya. Kalau Teba di setiap RW sudah berjalan baik, kita lanjutkan lagi sampai ke tingkat RT,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, warga Maricaya, Sudirman, menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Menurutnya, setiap orang menghasilkan sekitar setengah kilogram sampah per hari sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat, regulasi, budaya, teknologi, dan pembiayaan agar pengelolaan sampah berjalan efektif.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Andi Rachmatika memastikan seluruh aspirasi warga akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar.

Ia berharap pembangunan Teba percontohan dapat menjadi solusi awal untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri di Kelurahan Maricaya yang merupakan wilayah rumahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *