Makassar, Radarmakassar.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperluas perannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan pendidikan dan riset, tetapi juga membuka akses pelayanan publik bagi masyarakat.
Salah satunya melalui layanan keimigrasian yang kini mulai diuji coba di lingkungan Kampus Unhas. Ke depan, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika dan mahasiswa asing Unhas, tetapi juga akan dibuka bagi mahasiswa kampus lain hingga masyarakat di sekitar kawasan kampus.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, mengatakan layanan tersebut saat ini masih berada pada tahap uji coba dengan sasaran utama sivitas akademika dan warga negara asing di Unhas.
“Untuk saat ini, kita uji coba untuk civitas akademika dan juga mahasiswa asing Unhas. Tapi ke depannya, layanan ini tidak akan berhenti di sini,” kata Abdi, usai peresmian Kamis (10/9).
Menurutnya, pengembangan layanan tersebut sejalan dengan fungsi kampus yang juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Ke depan masyarakat sekitar kampus juga akan bisa dilayani di sini, tentu dengan mendaftar melalui aplikasi. Aplikasinya sama dengan yang digunakan di Kantor Imigrasi,” ujarnya.
Saat ini, layanan keimigrasian di Unhas dijadwalkan beroperasi dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis. Namun, Kantor Imigrasi Makassar menargetkan layanan tersebut nantinya dapat dibuka setiap hari.
“Untuk sementara kita layanan terjadwal setiap Selasa dan Kamis. Tapi ke depannya akan kita jadikan daily service agar masyarakat bisa mengakses layanan ini setiap hari,” jelasnya.
Untuk pelayanan paspor elektronik, sementara tersedia kuota sebanyak 25 pemohon per hari. Sementara pelayanan bagi warga negara asing tidak dibatasi karena menyesuaikan kebutuhan dan jenis izin tinggal masing-masing.
Abdi menegaskan layanan tersebut juga terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Kehadiran layanan keimigrasian di kampus, kata dia, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung internasionalisasi Unhas.
“Tidak khusus untuk mahasiswa Unhas saja. Mahasiswa dari kampus lain juga boleh. Ini juga menjadi bagian dari promosi Unhas yang memiliki visi menjadi world class university,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menilai kehadiran layanan keimigrasian di kampus bukan sekadar urusan pengurusan paspor dan visa. Lebih dari itu, layanan tersebut menjadi simbol kepercayaan pemerintah kepada Unhas sebagai mitra strategis dalam memperlancar pelayanan, khususnya bagi sivitas akademika dan warga negara asing.
“Ini jangan diartikan sekadar urusan paspor atau urusan visa. Ini simbol bahwa Unhas dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi mitra strategis dalam mempermudah dan memperlancar pelayanan,” ujarnya.
Menurut Rektor, keberadaan layanan tersebut juga memiliki arti penting dalam mendukung langkah Unhas menuju universitas berkelas dunia.
Pasalnya, Unhas secara aktif mengirim dosen dan mahasiswa ke berbagai negara untuk memperluas wawasan, menyerap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kemudian diharapkan dapat dibawa kembali untuk memberi manfaat bagi Indonesia.
“Keberadaan ini jangan dianggap sekadar kantor layanan biasa. Ini jauh sangat penting, terlebih dalam menginternasionalkan Unhas,” katanya.
Ia menegaskan Unhas harus hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat.
“Unhas itu bukan hanya institusi akademik. Unhas untuk masyarakat, Unhas untuk sosial, Unhas untuk Indonesia, bahkan Unhas untuk dunia,” tegas Prof. JJ.
Karena itu, Unhas berkomitmen memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di kampus sesuai kebutuhan.
“Siapapun, insyaallah kita akan konsisten memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat dari kelompok manapun untuk menggunakan layanan ini sesuai kepentingan dan kebutuhannya,” pungkasnya.
Kehadiran layanan keimigrasian di lingkungan kampus pun diharapkan memperkuat posisi Unhas sebagai kampus terbuka yang tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pelayanan dan aktivitas masyarakat menuju kawasan pendidikan berkelas dunia. (Jar)






