Makassar, Radarmakassar.id– Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan pakar dari Jepang, Prof. Dr.Eng. Akira Tai dari Fukuoka Institute of Technology, untuk membahas perubahan iklim dan peningkatan risiko banjir. Kuliah tamu tersebut menyoroti pentingnya pendekatan adaptasi yang berbasis data, teknologi, tata ruang, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan multidimensional yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, keselamatan, infrastruktur, perekonomian, hingga kesejahteraan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, kita berharap muncul gagasan dan kolaborasi baru untuk mengembangkan pendekatan adaptasi yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Sukri.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr.Eng. Akira Tai menjelaskan keterkaitan perubahan iklim dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan risiko banjir. Perubahan pola curah hujan, kenaikan suhu global, perkembangan kawasan perkotaan, serta perubahan penggunaan lahan menjadi faktor yang dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.
Ia juga membagikan pengalaman Jepang dalam menghadapi risiko banjir. Menurut Prof. Akira Tai, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi perlu didukung data ilmiah, pemodelan risiko, sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang, kesiapsiagaan masyarakat, dan tata kelola terintegrasi.
Pendekatan adaptasi, lanjutnya, perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah, termasuk kondisi geografis, sosial, lingkungan, dan kapasitas kelembagaan. Hasil penelitian juga perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata untuk mengurangi risiko serta melindungi kelompok rentan.
Kegiatan yang dimoderatori Ir. Evi Aprianti S., S.T., Ph.D. tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa, dosen, peneliti, dan peserta dari berbagai bidang. Diskusi membahas pengelolaan sumber daya air, infrastruktur tangguh, teknologi, serta strategi adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Kuliah tamu bertema “Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation” ini digelar secara hibrida pada Rabu, 16 September 2026, di Prof. Dr. Ir. Fachruddin Hall, Sekolah Pascasarjana Unhas, dan melalui Zoom.(*)






