RadarMakassar.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Selatan meraih dua penghargaan dalam ajang IABC Indonesia Awards 2026 melalui program komunikasi publik dan keberlanjutan.
Dua tim yang diikutsertakan BI Sulsel berhasil melewati tahapan administrasi hingga presentasi penjurian dan sama-sama meraih penghargaan pada kategori ICOMMA (Impactful Communications Awards).
Penghargaan tersebut masing-masing diberikan untuk program Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah pada subkategori Best Public Interest Communications dengan predikat Top 10 & Awards of Excellence, serta program Green PUR pada subkategori Best Sustainability Communications dengan predikat Awards of Excellence.
Penghargaan diterima Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, sebagai representasi KPw BI Sulsel.
Penghargaan pertama diraih melalui program Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah. Program ini dinilai memiliki pendekatan komunikasi yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong perubahan pemahaman dan perilaku masyarakat terkait literasi Rupiah.
NSE CBP Rupiah mengembangkan ekosistem literasi dengan melibatkan guru, agen, komunitas, serta berbagai pihak melalui kolaborasi lintas sektor.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui komunikasi terintegrasi di berbagai kanal dan inovasi digital CBPedia. Literasi Rupiah juga diintegrasikan ke dalam pendidikan formal untuk menjaga keberlanjutan program.
“Dampaknya tercermin dari sejumlah capaian, antara lain 85,02 juta interaksi digital, keterlibatan 2.190 guru, serta tingkat pemahaman sebesar 87 persen terhadap metode 3D,” kata Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2026).
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa komunikasi program diarahkan tidak hanya untuk membangun awareness, tetapi juga mendorong perubahan pemahaman, perilaku, hingga menghasilkan outcome dan impact,” sambungnya.
Sementara itu, program Green PUR meraih Awards of Excellence pada subkategori Best Sustainability Communications.
Program ini mengusung konsep“waste to product”, yakni mengolah limbah racik uang kertas (LRUK) menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Strategi komunikasi Green PUR menerapkan pendekatan PESO (Paid, Earned, Shared, Owned Media).
Pada sisi Paid Media, program masih berada dalam tahap penjajakan. Sementara Earned Media antara lain diwujudkan melalui pemameran produk dalam forum ilmiah Universitas Negeri Makassar (UNM).
Strategi Shared Media diperkuat melalui publikasi perkembangan program oleh media UNM dan CBP. Adapun Owned Media dilakukan melalui serangkaian pertemuan dan komunikasi intensif dengan pihak UNM untuk memastikan keberlanjutan serta penyempurnaan program.
“Dalam implementasinya, Green PUR telah menjalankan pilot project selama empat bulan melalui kolaborasi dengan UNM dan menghasilkan tiga prototipe, yakni briket arang, biochar, dan karbon aktif,” papar Rizki.
Program tersebut, kata dia, juga menghasilkan manfaat terukur. Sebanyak enam stakeholders telah merasakan manfaat prototipe briket, sementara sekitar 600 peserta Seminar Dies Natalis UNM mengikuti kegiatan dengan tingkat pemahaman materi lebih dari 80 persen.
“Pengembangan Green PUR selanjutnya diarahkan pada pemanfaatan LRUK dalam skala lebih luas,” terangnya.
Hingga tahap yang dilaporkan, lanjut Rizki, terdapat 100 ton LRUK yang siap diproduksi menjadi produk. Program tersebut juga membuka potensi keterlibatan 2–3 UMKM dengan estimasi nilai keuntungan sekitar Rp100 juta bagi UMKM yang terlibat.
Sekadar diketahui, International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Chapter merupakan asosiasi non-profit dan independen yang hadir di Indonesia sejak 2017.
IABC Indonesia merupakan bagian dari jaringan IABC global yang telah berdiri lebih dari 50 tahun dan menaungi para profesional di berbagai bidang, termasuk komunikasi bisnis, public relations, sustainability, dan komunikasi korporat.
IABC Indonesia Awards merupakan ajang apresiasi terhadap perkembangan industri komunikasi dan public relations sekaligus penghargaan atas kinerja komunikasi yang dinilai unggul dari korporasi maupun instansi di Indonesia.
IABC Indonesia merupakan bagian dari jaringan IABC global yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat, dengan chapter di berbagai negara. (*)






