80 Persen Warga Dengarkan Musik Lokal, Fadli Zon Bidik Pasar Global

Fadli Zon saat menghadiri Konferensi Anugerah Musik Indonesia 2026 di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).

MAKASSAR, Radarmakassar.id – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong musik Indonesia menembus pasar internasional setelah berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pemerintah menyiapkan dukungan melalui pemanfaatan dana abadi kebudayaan untuk memperkuat ekosistem musik dan membawa musisi Tanah Air ke panggung dunia.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri Konferensi Anugerah Musik Indonesia 2026 di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Fadli mengungkapkan, berdasarkan statistik yang disampaikannya, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik dalam negeri. Capaian tersebut menjadi modal besar bagi industri musik nasional untuk berkembang, meski masih menghadapi tantangan dalam menembus pasar global.

“Kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ini sudah prestasi juga. Tinggal berikutnya adalah bagaimana ke next level-nya itu. Musik Indonesia bisa dinikmati di negara-negara tetangga, bahkan di dunia internasional,” ujar Fadli.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan musik yang luar biasa karena keberagaman budaya dan suku bangsa. Dengan sekitar 1.340 suku bangsa, Indonesia mempunyai berbagai ekspresi musik yang berpotensi menarik perhatian masyarakat internasional.

Fadli mencontohkan popularitas musik Indonesia Timur yang belakangan menjadi fenomena nasional. Lagu-lagu seperti Tabola Bale, Stecu-Stecu, dan Veronica menunjukkan bahwa musik daerah mampu berkembang menjadi tren yang diterima lintas wilayah dan generasi.

Ia juga menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa genre musik terus bergerak mengikuti zaman tanpa harus meninggalkan akar tradisi. Karena itu, kekhasan budaya Indonesia perlu menjadi kekuatan untuk membangun identitas musik nasional di tengah persaingan global.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Kementerian Kebudayaan memiliki skema Dana Indonesia Raya atau dana abadi kebudayaan. Fadli menyebut dana tersebut telah ditingkatkan menjadi Rp6 triliun, dengan hasil pengelolaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan.

“Pada tahun ini kita gunakan untuk 4.158 beneficiaries atau penerima. Artinya lebih inklusif, lebih banyak penerima, tentu tetap dengan kompetisi karena proposalnya lebih dari 15.000,” jelasnya.

Fadli berharap dukungan pendanaan tersebut dapat memperkuat ekosistem musik, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, musisi, hingga para pelaku pendukung industri. Pemerintah juga menjalankan Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk mengembangkan talenta melalui pembibitan, peningkatan kapasitas, hingga pengakuan internasional.

Ia menegaskan, upaya membawa musik Indonesia mendunia tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta, sponsor, media, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar musisi Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil di panggung internasional.

“Kita berharap bagaimana musik Indonesia tidak hanya dinikmati oleh orang Indonesia saja. Ini tantangannya. Ke depannya tidak bisa ditangani sendiri, harus ada skema public-private partnership dan juga dengan sponsor-sponsor lain,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan media untuk memperluas jangkauan musik Indonesia. Menurutnya, platform digital seperti Spotify, YouTube, dan media sosial membuka kesempatan bagi karya musisi Tanah Air untuk bersaing di pasar global.

Ketua Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Candra Darusman, menambahkan bahwa penghargaan AMI Awards yang telah berlangsung sejak 1997 menjadi salah satu wadah untuk mengapresiasi karya musisi sekaligus menggambarkan perkembangan industri musik Indonesia. Ia berharap dukungan pemerintah dan sektor swasta terus memperkuat ekosistem musik nasional. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *