Samsurya Raup Untung Besar jadi Agen Pegadaian

Samsurya saat wawancara tatap muka di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10)

RadarMakassar.id – Samsurya, warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto sukses meraup keuntungan besar menjadi agen Pegadaian. Sejak bergabung pada tahun 2018, Samsuria telah membukukan omset puluhan miliar.

Dalam wawancara tatap muka di Hotel Swissbell Makassar, Kamis (23/10), Samsurya mengunkapkan, pada tahun 2022 saja ia telah mencapai omset Rp1,3 Miliar dari hasil pelayanan agennya yang diberi nama CP (Cabang Pembantu) Bangkala. Berbekal dua orang karyawan kini agen tersebut menuju capaian omset yang menembus 16 hingga 17 miliar.

“Pada 2022 saya terpanggil untuk menjadi penaksir di Jakarta atas capaian omset Rp 1,3 Miliar,” ujarnya.

Selain sudah berkelilin kota seperti ke Jakarta, Surabaya dan DKI Jakarta, Samsurya juga dinobatkan sebagai agen terbaik Pegadaian dengan masuk 60 besar dan menjadi urutan ke enam agen terbaik di wilayah Makassar dua.

Dari segi penghasilan, Samsurya meraup keuntungan bersih kurang lebih Rp 40 Juta perbulan atau sekitar Rp 50 Juta jika hitungan kotor. Hasil itu didapatkan hari berbagai layanan yang diberikan kepada nasabah mulai dari layanan Mikro, Arum Haji, Arum Safar (Umrah), Amanah (Pembiayaan mobil dan motor), pembiayaan BPKB, layanan Upedes, Multiguna untuk Pegawai Negeri Sipil, hingga Layanan Ultramikro untuk pengusaha.

Capaian omset CP Bangkala juga tidak lepas dari dukungan layanan melalui aplikasi Tring. Sebuah fitur layanan hasil terobosan baru Pegadaian dalam mempermudah masyarakat bertransaksi, mencicil dan menggadai emas.

“Saya juga menggunakan aplikasi tring, saya termasuk agent BRI Link dan sangat terbantu dari aplikasi ini karena saling terkoneksi. Nasabah juga dapat dengan mudah terlayani karena tidak perlu lagi ke outlet untuk antri,” katanya.

Hasil jeripayah yang dibangun selama ini, Agen Pegadaian CP Bangkala telah memiliki nasabah sekitar 2.000 lebih. Menurut Samsurya hal ini juga tidak lepas dari dukungan Pegadaian yang terus meberikan edukasi kepada agennya tentang bagaimana menjalankan prospek usaha yang baik. Ilmu itulah yang kemudian diterapkan ke nasabah-nasabah melalui dua karyawannya.

“Harapannya pegadaian selalu menghadirkan tantangan tantangan terhadap agent kemudian suport yang selalu ada di sales channel kemudian jaringan dan distribusi layanan (JDL),” ucapnya. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *