MAKASSAR, Radarmakassar.id – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., memaparkan visi strategisnya dalam memasuki periode kedua kepemimpinannya. Dalam keterangannya, Prof. JJ—sapaan akrabnya menekankan pada akselerasi peringkat internasional serta adaptasi terhadap teknologi mutakhir guna menjawab tantangan zaman.
Salah satu target utama yang dipatok oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dan kementerian adalah membawa Unhas menembus peringkat 500 besar dunia dalam QS World University Ranking. Prof. JJ mengakui bahwa target ini tidak mudah mengingat persaingan global yang sangat ketat.
”Ranking itu menyakitkan karena kita naik, tapi orang lain juga naik. Kita harus punya standar kampus, dosen, dan mahasiswa yang mengikuti standar 500 besar dunia,” ujar Prof. JJ.
Meski demikian, ia optimis karena pihak QS sendiri mencatat adanya akselerasi signifikan pada Unhas dalam dua tahun terakhir.
Untuk mencapai target tersebut, Unhas akan memperkuat inovasi di bidang teknologi digital. Unhas telah menyiapkan program studi khusus Artificial Intelligence (AI) dan pengembangan teknologi robotik.
Salah satu terobosan nyata yang dipamerkan adalah pengembangan drone untuk sektor pertanian. Berbeda dengan sekadar membeli, Unhas memproduksi sendiri drone yang dirancang khusus untuk menanam padi, sebuah inovasi murni untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain fokus pada internal kampus, Unhas menyatakan komitmennya untuk mensukseskan program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Prof. JJ menyebutkan bahwa implementasi Astacita akan menjadi bagian dari agenda universitas.
“Ini adalah keniscayaan bagi kita untuk mensupport percepatan kesejahteraan masyarakat dan menyelesaikan tantangan bangsa melalui dunia pendidikan,” tuturnya.
Dalam hal diplomasi akademik, Unhas memposisikan diri sebagai hub teknologi di Asia Tenggara, salah satunya melalui pembentukan ASEAN-China Center of Excellence untuk sektor metalurgi dan sumber daya laut.
Di akhir sesi, Rektor juga mengajak media untuk terus berperan aktif sebagai mitra kritis. Ia menyatakan Unhas selalu terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bentuk check and balance dalam melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur. (*)






