Batasi Anak Main Gadget, Appi Instruksikan Disdik Buat Regulasi Ketat

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham bersama Kepala Dinas Pendidikan Makassar Achi Soleman, saat meberikan keterangan pers usai upacara Hardiknas di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (2/5).

Makassar, Radarmakassar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pendidikan untuk menyusun regulasi kuat guna membatasi penggunaan gawai atau gadget pada anak-anak. Langkah ini diambil sebagai upaya menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif dunia maya serta mengembalikan nilai-nilai adat dan agama di tengah pesatnya teknologi.

Dalam keterangannya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Wali Kota menekankan bahwa ketergantungan pada teknologi telah menciptakan jarak sosial yang mengkhawatirkan. Menurutnya, anak-anak saat ini mulai kehilangan kemampuan berinteraksi, bahkan dengan orang tua mereka sendiri.

“Jangan anak-anak kita tumbuh bersamaan dengan gadget-nya. Mereka hidup di dalam dunianya sendiri. Dampak jangka pendek dan menengahnya sudah kelihatan, mereka susah berinteraksi dengan orang tua,” ujar Munafri di Tribun Karebosi, Makassar, Jumat (2/5).

Appi sapaan Munafri juga menyoroti pengaruh konten media sosial yang tidak sesuai dengan norma lokal, termasuk kekhawatiran terhadap meningkatnya fenomena sosial yang menyimpang. Oleh karena itu, local content atau muatan lokal berbasis budaya dan agama harus masuk lebih dalam ke sistem pendidikan.

“Kita mau memastikan gadget itu terbatas. Aturan ini harus dibuat dengan satu regulasi yang kuat untuk memastikan anak-anak kita. Kalau kita lihat bahayanya sudah terlalu banyak, masa iya sih kita harus melihat-lihat lagi, masa iya sih kita membiarkan bahaya yang di depan mata untuk ada di anak-anak kita. Maka dari itu, ini harus dibuat,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa komitmen ini tidak boleh hanya berhenti di atas kertas. Sebagai solusi praktis, Pemerintah Kota Makassar berencana menerbitkan regulasi kuat berup aturan khusus untuk membatasi akses gadget bagi siswa.

“Ini bukan urusan satu orang, ini bukan urusan pemerintah saja, tapi ini adalah urusan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” tambahnya.

“Saya berharap komitmen ini lagi-lagi tidak hanya menjadi komitmen yang ada di mulut, di atas kertas, tapi harus nyata tampil di tengah-tengah masyarakat terutama di dalam dunia pendidikan,” lanjutnya lagi.

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman menegaskan bahwa pembatasan pemakaian gadget ini juga menjadi isu yang sangat penting berkaitan dengan adanya PP Tunas Pembatasan Gadget bagi pemakaian siswa.

“Tentunya ini akan ditindaklanjuti melalui sekolah dengan cara; satu adalah menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah. Ini sesuai dengan surat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan ditindaklanjuti dengan tata kelola sekolah yang lebih baik,” katanya.

Salah satu caranya kata Achi, adalah menghadirkan kegiatan ekskul yang lebih banyak di sekolah agar siswa bisa teralihkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif untuk kegiatan ekskul di sekolahan.

Achi menambahkan, peran orang tua siswa bersinergi dengan pihak sekolah dibutuhkn untuk mewujudkan hal ini. “Pak Wali tadi sampaikn bahwa yang dibutuhkan adalah kolaborasi antara orang tua, pihak sekolah, dan siswa sendiri terkait bagaimana menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak di sekolah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *