Metro  

Antisipasi Kebingungan Masyarakat, Simulasi SPMB Makassar Diperpanjang hingga 21 Mei

Tim Ahli Pemkot Makassar, Andi Gita Patigana, saat memaparkan simulasi SPMB 2026.

Makassar, Radarmakassar.id – Pemerintah Kota Makassar resmi memperpanjang durasi simulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada aplikasi Lontara Plus hingga 21 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memastikan sistem berjalan optimal dan meminimalisir kendala teknis sebelum pendaftaran resmi dibuka.

Tim Ahli Pemkot Makassar, Andi Gita Patigana, menjelaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat selama masa simulasi mengungkap adanya beberapa alur pendaftaran yang masih dianggap membingungkan.

“Kita menyadari ada beberapa flow yang perlu diperbaiki, sehingga kita memperpanjang durasi simulasinya dari 12 sampai 21 Mei. Jadi, ketika simulasi berlangsung, kita juga memperbaiki sistem yang mungkin membingungkan masyarakat,” ujar Andi Gita.

Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah mekanisme login bagi calon siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan yang belum memiliki nomor tersebut. Gita menekankan bahwa pihaknya sedang melakukan iterasi agar platform Lontara Plus menjadi lebih human centric atau mudah digunakan oleh masyarakat awam.

Untuk mendukung hal tersebut, tim teknis berencana menyediakan saluran komunikasi khusus bagi masyarakat melalui grup komunikasi seperti grup WhatsApp atau Telegram untuk menampung umpan balik secara langsung. Kemudian juga akan memberikan penjelasan secara real time. Tim akan memberikan penjelasan langsung jika masyarakat menemui kesulitan di platform.

Andi Gita menambabkan, simulasi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Sebagai langkah antisipasi mengingat pendaftaran dilakukan serentak, tim teknis telah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah server down.

“Server untuk setiap jenjang pendidikan akan dipisahkan guna membagi beban trafik. Kami juga melakukan pen test atau uji coba ketahanan sistem dengan beban tiga kali lipat dari perkiraan jumlah pengguna potensial, ” ungkapnya.

Selain teknis pendaftaran, sistem juga telah menyiapkan integrasi peta untuk jalur zonasi, di mana orang tua diwajibkan menentukan titik lokasi rumah secara akurat pada formulir pendaftaran.

“Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sisa waktu simulasi ini untuk membiasakan diri dengan sistem sekaligus memberikan masukan demi kelancaran pendaftaran sekolah anak-anak mereka, ” pungkasnya.

Untuk diketahui, pendaftaran SPMB Makassar 2026 (SD/SMP) dibuka bertahap mulai Mei–Juni 2026 melalui aplikasi Lontara Plus. (jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *