Metro  

Kelola Limbah Jadi Berkah, Bank Sampah Parakatte’rong Dorong Kemandirian Warga Maccini Sombala

Ketua RW 07 sekaligus pengelola Bank Sampah Parakatte’rong, Firman.

Makassar, Radarmakassar.id – Sejak didirikan pada tahun 2016, Bank Sampah Parakatte’rong yang berlokasi di RW 07, Kelurahan Maccini Sombala, terus konsisten mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Inisiatif ini kini menjadi motor penggerak perubahan perilaku warga terhadap sampah.

Ketua RW 07 sekaligus pengelola Bank Sampah Parakatte’rong, Firman, menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah ini memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi warga. Warga kini terbiasa mengumpulkan sampah anorganik untuk ditimbang dan dikonversi menjadi tabungan.

Mekanisme di Bank Sampah Parakatte’rong tergolong fleksibel. Warga yang menyetor sampah akan mendapatkan buku tabungan untuk mencatat nilai sampah mereka. Namun, pengelola juga menyediakan opsi lain yang sangat diminati.

“Mereka bisa timbang dan nilainya dimasukkan ke buku, tapi kalau mau tarik tunai juga boleh. Bahkan ada warga yang memilih menukar sampahnya dengan minyak goreng atau telur,” ujar Firman, Jumat (15/5/2026).

Menariknya, harga sembako di bank sampah ini seringkali lebih murah dibanding harga pasar, sehingga menarik minat warga untuk lebih rajin memilah sampah.

Selain fokus pada sampah anorganik seperti botol plastik (PET bening dan biru) serta gelas plastik, Firman kini tengah menggencarkan program pengelolaan sampah organik melalui komposter.
Program ini sejalan dengan arahan program lingkungan terbaru yang disosialisasikan oleh pemerintah setempat.

“Saya menerapkan kepada setiap RT di wilayah saya untuk memiliki komposter sampah organik. Jadi sampah basah seperti sisa sayur dan buah diolah di sana,” tambahnya.

Meski sempat memiliki hingga 100 nasabah aktif, saat ini jumlah nasabah yang rutin menyetor berkurang menjadi sekitar 10 orang dengan volume timbangan mencapai 200–300 kilogram per satu kali timbang.

Firman berharap pemerintah dapat menghidupkan kembali program stimulan untuk memotivasi warga.

“Harapan saya, program seperti ‘Sampah Tukar Beras’ atau sembako bisa dijalankan lagi. Jika ada bantuan berupa kebutuhan pokok untuk warga yang menukar sampah, saya yakin warga akan jauh lebih semangat lagi ke depannya,” pungkasnya. (jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *