Pelatih Leonard Holvy de Pauw: Atlet Putra Makassar Lampaui Ekspektasi di Audisi PB Djarum

MAKASSAR, RADAR MAKASSAR.ID – Deputi Manajer PB Djarum sekaligus Koordinator Pelatih Tunggal Putra, Leonard Holvy de Pauw, menilai kualitas atlet tunggal putra yang tampil pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar melampaui ekspektasi. Karakter permainan agresif yang ditunjukkan para peserta dinilai menjadi keunggulan tersendiri dan sesuai dengan kebutuhan bulu tangkis modern.

Leonard mengatakan banyak peserta dari Makassar memiliki gaya bermain menyerang sejak usia dini. Menurutnya, karakter tersebut sangat menguntungkan untuk menghadapi sistem pertandingan 15 poin yang kini diterapkan.

“Kualitas atlet di Makassar jauh lebih bagus daripada ekspektasi saya. Yang saya lihat, mereka punya karakter bermain yang berbeda, lebih agresif, lebih menyerang, dan itu sangat menguntungkan untuk game 15 poin sekarang,” kata Leonard.

Ia menjelaskan, meski permainan agresif membutuhkan tenaga lebih besar, hal itu dapat diimbangi melalui latihan yang tepat, terutama pembentukan speed endurance dan power.

“Kalau bermain agresif memang lebih menguras tenaga. Tapi dengan latihan speed endurance dan power yang benar, itu bisa membantu. Sekarang kalau terlalu pasif atau hanya bertahan, justru kurang menguntungkan. Kami memang ingin membentuk karakter pemain tunggal putra PB Djarum yang bermain agresif dan menyerang,” ujarnya.

Leonard menilai atlet-atlet yang tampil di Makassar telah memenuhi kriteria yang dicari PB Djarum. Ia mengapresiasi hasil pembinaan para pelatih lokal yang berhasil membentuk pemain dengan karakter menyerang.

“Saya melihat anak-anak seusia itu sudah berani menyerang, mengambil bola depan dengan agresif, bahkan melompat mengejar bola-bola belakang. Itu patut diapresiasi kepada pelatih-pelatih lokal di Makassar dan sekitarnya,” tuturnya.

Menurut Leonard, terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian dalam pembinaan atlet tunggal putra PB Djarum, yakni speed, power, consistency, dan self-dependent atau kemandirian.

“Atlet harus bisa mengatasi tantangan di lapangan sendiri. Jangan sedikit-sedikit panik atau selalu melihat ke pelatih. Kemandirian itu harus dibentuk sejak kecil melalui latihan dan kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.

Selain kemampuan teknik, Leonard juga menekankan pentingnya pola makan sehat yang seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu. Namun, menurutnya, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi disiplin dalam menerapkannya.

“Yang susah bukan tahu harus makan apa, tetapi bagaimana konsisten menjalankannya. Peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting agar anak tidak terbiasa mengonsumsi junk food atau fast food,” katanya.

Leonard menambahkan, tantangan terbesar atlet yang lolos audisi justru dimulai saat memasuki masa karantina. Selain menjalani latihan dengan intensitas tinggi hampir setiap hari, mereka juga harus mampu beradaptasi hidup di asrama dan berpisah dari orang tua.

“Ujian sebenarnya bukan saat audisi, tetapi ketika masuk karantina. Banyak yang belum terbiasa tinggal di asrama, latihan dua kali sehari, dan berpisah dari orang tua. Adaptasi mental menjadi tantangan terbesar. Dalam masa karantina dua minggu itu kami benar-benar melihat siapa yang mampu beradaptasi dan mempertahankan performa,” pungkas Leonard.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *