MAKASSAR,RADAR MAKASSAR.ID – Seorang orang tua peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sahrul menyampaikan apresiasi kepada tim PB Djarum yang telah membuka kesempatan bagi atlet-atlet daerah untuk mengikuti proses pembinaan di Kudus.
Menurutnya, sang anak sebenarnya telah mengukir berbagai prestasi sejak usia dini. Namun, kesempatan mengikuti seleksi dan pembinaan di Kudus baru terwujud setelah mendapat bantuan biaya dari sejumlah pihak.
“Anak kami sebenarnya sering juara sejak usia dini. Tapi kesempatan ikut ke Kudus baru ada setelah ada bantuan biaya. Kendalanya memang faktor ekonomi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kesempatan mengikuti turnamen dan program magang di PB Djarum membawa perubahan besar terhadap mental bertanding anaknya. Jika sebelumnya selalu gugup saat menghadapi pemain dari klub-klub besar, kini kepercayaan dirinya meningkat setelah berlatih bersama atlet-atlet terbaik di Kudus.
Perubahan tersebut turut berdampak pada prestasi yang diraih. Sang anak berhasil menembus delapan besar di Palu, menjadi semifinalis di Samarinda, hingga akhirnya meraih gelar juara pada turnamen di Bontang.
Ia menilai pengalaman berlatih dan sparing dengan atlet berkualitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan atlet muda.
Sementara itu, Ketua Tim Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menegaskan penyelenggaraan audisi di Makassar merupakan bagian dari komitmen PB Djarum untuk menjaring bibit-bibit atlet berbakat dari seluruh Indonesia, termasuk kawasan timur.
“Kami keluar dari Kudus ke Makassar, sebelumnya juga ke Pekanbaru. Banyak peserta datang dari Manado, Papua, bahkan dari Pulau Jawa. Artinya kami memang ingin mencari bibit-bibit bukan hanya dari Pulau Jawa,” kata Sigit.
Ia mengakui PB Djarum memiliki keterbatasan sehingga belum dapat mengakomodasi seluruh peserta. Meski demikian, pihaknya terus berupaya memberikan kesempatan kepada atlet-atlet potensial untuk mengikuti proses karantina dan pembinaan di Kudus.
Sigit juga memastikan Audisi Umum PB Djarum akan terus diselenggarakan meski lokasi pelaksanaan berikutnya masih dalam pembahasan.
“Audisi akan tetap digelar. Hanya saja daerah mana yang akan menjadi tuan rumah berikutnya belum bisa kami pastikan saat ini,” ujarnya.
Orang tua peserta tersebut berharap Audisi Umum PB Djarum dapat terus digelar di Makassar. Menurutnya, langkah tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet berbakat dari daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Pangkep yang masih memiliki keterbatasan fasilitas latihan.
“Di Pangkep ada 117 pulau. Banyak anak-anak yang punya potensi, tetapi fasilitas latihan masih sangat terbatas. Mudah-mudahan audisi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak atlet daerah mendapat kesempatan berkembang,” tuturnya.(*)






