Metro  

Wali Kota Minta PDAM Tingkatkan Kualitas Layanan Air: Jangan Musim Kemarau Baru Bertindak

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Radarmakassar, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat dan tidak menunggu musim kemarau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Menurut Munafri, pelayanan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu, meski PDAM sebagai perusahaan daerah tetap harus menjalankan prinsip-prinsip bisnis yang sehat dan efisien.

“Yang tidak boleh terganggu adalah bagaimana pola layanan ke masyarakat. Bukan hanya air mengalir, tetapi harus berkualitas. Percuma air sampai ke rumah kalau warnanya cokelat, hitam, atau berbau,” ujar Munafri saat menghadiri rangkaian peringatan HUT PDAM Makassar, di Jalan Ratulangi, Makassar, Kamis (6/8).

Ia menegaskan, peningkatan kualitas layanan harus menjadi prioritas PDAM dari tahun ke tahun. Sebab, kinerja perusahaan daerah tersebut juga mencerminkan kinerja Pemerintah Kota Makassar.

“PDAM ini bagian dari Pemerintah Kota. Kalau ada persoalan di PDAM, masyarakat juga akan menilai pemerintah. Karena itu saya selalu memastikan sendiri laporan-laporan penyambungan air di lapangan benar-benar sesuai kenyataan,” katanya.

Menjelang puncak musim kemarau, Munafri juga meminta PDAM memperkuat langkah antisipasi melalui perawatan infrastruktur secara berkala, seperti pengerukan saluran, perbaikan reservoir hingga optimalisasi sistem pompa.

Ia menilai seluruh pekerjaan pemeliharaan seharusnya sudah masuk dalam perencanaan rutin, sehingga tidak dilakukan ketika krisis air mulai terjadi.

“Jangan nanti musim kemarau baru bertindak. Harus sudah punya perencanaan maintenance. Yang penting kita peduli agar air tetap sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade mengatakan pihaknya saat ini lebih memfokuskan seluruh sumber daya pada pembenahan pelayanan dibanding menggelar kegiatan seremonial, mengingat kondisi kekeringan yang sedang melanda.

Ia memastikan pasokan air bersih masih dapat dipertahankan meski menghadapi tantangan penurunan debit air baku.

“Alhamdulillah kami masih mampu bertahan dengan situasi ini. Karena itu kami fokus berbenah dan meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Syahrum mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan meter air. Selain kebutuhan pemasangan baru dan penggantian meter rusak, PDAM juga menghadapi kasus pencurian meter yang sebagian besar berbahan tembaga.

Menurutnya, kebutuhan meter air sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit. Lokasi yang dilaporkan mengalami pencurian antara lain berada di kawasan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Rappocini.

Di sisi lain, distribusi air ke wilayah utara dan timur Makassar juga mulai terdampak menurunnya debit Sungai Lekopancing serta berkurangnya kapasitas intake di Manggala, terutama pada malam hingga pagi hari.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah wilayah seperti Manggala dan Antang mengalami gangguan pasokan air. Meski demikian, PDAM memastikan tetap menyiagakan pasokan air bersih dan siap berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila diperlukan distribusi air menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak. (jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *