Metro  

Ducting Sharing di Makassar Bakal Mulai Diuji Coba Tahun Ini

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Radarmakassar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memastikan proyek ducting sharing atau penataan jaringan utilitas bawah tanah mulai diuji coba pada tahun ini.

Sistem tersebut disiapkan untuk menata berbagai jaringan utilitas, seperti kabel internet, telepon, dan listrik, ke dalam saluran terpadu di bawah tanah sehingga tidak lagi semrawut di atas badan jalan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan saat ini Pemkot Makassar masih mematangkan kajian, khususnya terkait skema investasi dan kesesuaiannya dengan regulasi.

“Proses ducting sharing ini melibatkan investor atau investasi yang akan masuk ke Pemerintah Kota. Sehingga dibangun kajian untuk memastikan skema investasi itu sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada,” kata Munafri.

Menurutnya, Pemkot Makassar juga memastikan investasi tersebut tetap berkelanjutan serta tidak bertentangan dengan rencana pembangunan infrastruktur lainnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan ruas jalan. Sinkronisasi diperlukan agar pembangunan jaringan bawah tanah tidak berbenturan dengan proyek peningkatan atau pembangunan jalan di kemudian hari.

“Jangan sampai ini masuk dalam proyeksi peningkatan jalan, lalu kita menggali di sampingnya. Ini yang harus disinkronisasi,” ujarnya.

Munafri menyebut sejumlah daerah telah menjadi bahan perbandingan atau benchmark dalam menyiapkan sistem tersebut. Pemkot Makassar berharap proses pembahasan bersama calon investor dapat segera dituntaskan.

“Sehingga kita berharap proses ini segera closing untuk dipastikan bahwa tahun ini jalannya proses investasi ducting sharing ini sudah bisa berjalan di Makassar,” katanya.

Ia menjelaskan, tahap awal akan dilakukan melalui percontohan pada sejumlah ruas jalan. Namun, ruas yang dipilih masih dalam proses kajian dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik jalan.

“Insyaallah ada percontohan beberapa ruas yang akan dicoba untuk dilakukan,” ujar Munafri.

Terkait nilai investasi, Munafri mengatakan besarannya masih dalam tahap perhitungan bersama dengan calon investor.

Ia juga menjelaskan, salah satu tantangan dalam merealisasikan ducting sharing adalah belum adanya perusahaan daerah yang secara khusus dapat menjalankan pola kerja sama business-to-business (B2B) dengan pihak ketiga.

Karena itu, Pemkot Makassar tengah menyiapkan dua perusahaan perseroan daerah (Perseroda), yakni Perseroda Pangan dan Perseroda Infrastruktur.

“Nah, semuanya nanti akan masuk ke dalam situ, sehingga untuk membangun kerja sama, mereka yang akan menjadi proses penugasan untuk melakukan proses kerja sama bidang investasi,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, Pemkot Makassar berharap penataan kabel optik dan jaringan utilitas lainnya dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung kerapian dan estetika kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *