Radarmakassar.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau dan maraknya kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir.
Munafri mengatakan, sebagian kebakaran dipicu hal-hal yang sebenarnya dapat dicegah, seperti korsleting listrik dan penggunaan kompor.
“Yang harus kita pastikan, selalu saya sampaikan di mana pun, bahwa kita harus mampu menjaga kondisi ini. Artinya, mencegah,” ujar Munafri saat diminta menyampaikan imbauan kepada warga, Selasa (11/8).
Ia meminta masyarakat rutin memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, termasuk mematikan stop kontak yang tidak digunakan. Warga juga diminta tidak membiarkan kabel pengisi daya atau charger terus terpasang apabila tidak digunakan.
Selain itu, perhatian juga perlu diberikan terhadap penggunaan kompor. Munafri mengingatkan masyarakat memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati setelah selesai memasak.
“Tidak butuh effort yang besar untuk melihat stop kontaknya sudah off, kabel cas kalau bisa tidak menempel terus di situ. Yang kedua, kompor. Setelah memasak, pastikan sudah off semuanya,” katanya.
Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar juga memastikan layanan Pemadam Kebakaran tetap siaga selama 24 jam untuk merespons kejadian kebakaran secara cepat.
Sementara itu, apabila kebakaran telah terjadi, Pemkot Makassar akan mengoptimalkan dukungan melalui Dinas Sosial dan BPBD bersama pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk membantu warga terdampak.
“Pelayanan dari Pemadam Kebakaran harus standby 24 jam, sesigap dan secepat apa yang mereka harus bisa lakukan. Lalu kalau sudah terjadi, pasca terjadinya, supporting dari Dinas Sosial dan BPBD harus lebih maksimal,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpum telah terjadi kasus kebakaran di Kota Makassar sebanyak lima kali dalam 20 hari terakhir.
Pertama kebakaran terjadi di Jalan Tanjung Alang, Kecamatan Mamajang, Makassar pada Kamis (23/7) sekitar pukul 18.58 Wita. Kebakaran juga menghanguskan 56 unit rumah warga di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (31/7) dini hari, diduga akibat korsleting listrik.
Kemudian di Mal Nipah Makassar, juga terjadi sekitar pukul 21.40 Wita. Kebakaran diduga akibat korsleting atau arus pendek listrik dari neon box. Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.10 Wita. Insiden ini menghanguskan 37 rumah dan mengakibatkan 245 jiwa terdampak serta dua orang mengalami luka-luka.
Terbaru, kebakaran terjadi di permukiman warga di Jalan Toddopuli 6, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 14.25 Wita. Tidak ada korban jiwa pada persitiwa ini. (jr)





