Metro  

SPAM Jadi Solusi Bagi Wilayah Keterbatasan Air Bersih, Pemkot Siapkan 13 Titik Baru

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau SPAM di Cambaya, Rabu (19/8).

Radarmakassar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan 13 titik baru Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai langkah mengantisipasi potensi musim kemarau panjang dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung fasilitas SPAM atau PAMSIMAS di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (19/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan sarana penyediaan air bersih tersebut berfungsi optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga di sini,” ujar Munafri.

Fasilitas SPAM yang berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya tersebut memanfaatkan lima sumur bor sebagai sumber air. Tiga di antaranya merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

Menurut Munafri, fasilitas tersebut telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri dan swadaya. Meski awalnya ditargetkan melayani sekitar 83 rumah, jaringan air bersih itu kini telah mampu menjangkau 109 rumah warga.

“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” katanya.

“Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” lanjutnya.

Munafri menilai keberadaan SPAM menjadi salah satu solusi penting untuk menghadapi ancaman kekeringan, khususnya di kawasan yang secara geografis memiliki keterbatasan sumber air.

“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” ujarnya.

Untuk memperluas akses air bersih, Pemkot Makassar melalui Dinas PU telah merencanakan pembangunan SPAM di 13 titik tambahan. Lokasi tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang dinilai paling terdampak dan memiliki kebutuhan air bersih tinggi.

“Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak,” jelas Munafri.

Ia mengatakan kondisi musim kemarau tahun ini perlu diantisipasi secara serius. Berdasarkan perhitungan pemerintah, periode musim kering diperkirakan cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan biasanya.

“Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkot Makassar akan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang membutuhkan fasilitas penyediaan air bersih. Munafri juga meminta jajaran kecamatan memberikan masukan mengenai lokasi yang paling membutuhkan pembangunan SPAM.

“Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat,” tuturnya.

Di SPAM Cambaya, pengelolaan dan distribusi air dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Warga yang membutuhkan air dapat mengambilnya menggunakan wadah atau jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” kata Munafri.

Menurutnya, pola pengelolaan berbasis masyarakat menjadi salah satu kekuatan program SPAM. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut.

Munafri juga memastikan kualitas air dari sumur bor di lokasi tersebut dalam kondisi baik. Sumur yang menjadi sumber air SPAM Cambaya memiliki kedalaman sekitar 180 meter.

“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” ujarnya.

Dengan berfungsinya SPAM Cambaya dan rencana pembangunan 13 titik baru, Pemkot Makassar berharap akses masyarakat terhadap air bersih semakin luas. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak kekeringan, terutama di wilayah yang rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *