RADARMAKASSAR.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk “Literasi Gizi: Baca Label Pangan” di SMP Nasional Kota Ternate, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta didik dalam memilih makanan dan minuman yang sehat, aman, serta bergizi melalui pemahaman informasi yang tercantum pada label kemasan pangan.
Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin oleh Dr. Andi Agustan Arifin, M.Pd., selaku ketua tim, dengan melibatkan sejumlah akademisi FKIP Universitas Khairun, yakni Yusmar Yusuf, M.Kes., Dr. Ade Haerullah, M.Pd., Magfirah Rasyid, M.Pd., Ningsih Saibi, M.Si., dan WD. Syarni Tala, M.Sc.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan literasi gizi di kalangan remaja, khususnya dalam menghadapi maraknya produk makanan dan minuman kemasan yang beredar di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab terhadap pilihan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Andi Agustan Arifin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa edukasi literasi gizi perlu diperkenalkan sejak usia remaja.
Menurutnya, pemahaman terhadap informasi nilai gizi merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran terhadap kesehatan sekaligus mencegah berbagai risiko penyakit akibat pola konsumsi yang kurang sehat.
“Maraknya jajanan kemasan berkalori tinggi serta minim gizi di sekitar lingkungan sekolah menjadi tantangan serius bagi kesehatan remaja saat ini. Kegiatan ini hadir atas urgensi membentuk critical thinking peserta didik dalam mengonsumsi produk kemasan. Kebiasaan membaca label pangan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah preventif dasar untuk melindungi anak-anak kita dari risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti obesitas, diabetes melitus, dan hipertensi sejak dini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Agustan menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk keterampilan praktis peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diharapkan mampu memahami kandungan gizi suatu produk, membandingkan informasi pada beberapa kemasan, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsinya.
Sementara itu, Yusmar Yusuf, M.Kes., selaku pemateri, menekankan bahwa kemampuan membaca dan memahami label pangan merupakan keterampilan hidup (life skill) yang perlu dimiliki setiap individu, terutama generasi muda yang memiliki akses luas terhadap berbagai produk makanan dan minuman kemasan.
“Membaca label pangan adalah keterampilan penting agar anak tidak sekadar tahu makanan yang enak, tetapi mampu memahami apakah makanan tersebut sesuai dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Yusmar di hadapan puluhan siswa SMP Nasional Kota Ternate.
Dalam penyampaian materinya, Yusmar memperkenalkan sejumlah komponen penting yang perlu diperhatikan ketika membaca label pangan. Komponen tersebut meliputi takaran saji (serving size), komposisi bahan makanan (ingredients), persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG), serta kandungan gula, garam, dan lemak yang terdapat dalam produk makanan maupun minuman kemasan.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa takaran saji merupakan acuan untuk mengetahui jumlah zat gizi yang terkandung dalam setiap porsi makanan atau minuman. Sementara itu, informasi komposisi bahan dapat membantu konsumen mengenali bahan penyusun produk, termasuk bahan tambahan pangan dan kandungan yang berpotensi menimbulkan alergi.
Selain itu, pemahaman mengenai persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) diperkenalkan agar siswa mampu memperkirakan kontribusi zat gizi suatu produk terhadap kebutuhan gizi harian.
Perhatian khusus juga diberikan pada kandungan gula, garam, dan lemak sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.
Melalui pendekatan edukatif tersebut, peserta didik tidak hanya diperkenalkan pada informasi yang tercantum dalam kemasan, tetapi juga dilatih untuk memahami, menilai, dan membandingkan kandungan gizi berbagai produk sebelum menentukan pilihan konsumsi.
Edukasi ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan siswa yang sebelumnya cenderung memilih makanan berdasarkan rasa, harga, atau daya tarik kemasan menjadi lebih mempertimbangkan nilai gizi, keamanan, serta manfaatnya bagi kesehatan.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata FKIP Universitas Khairun dalam melaksanakan salah satu unsur Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik, perguruan tinggi diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Tim Pengabdian FKIP Universitas Khairun berharap kegiatan literasi gizi ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya membaca label pangan di lingkungan sekolah. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik diharapkan tidak hanya diterapkan secara individu, tetapi juga dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya membaca label pangan, generasi muda Kota Ternate diharapkan tumbuh menjadi konsumen yang lebih kritis, cerdas, dan bijaksana dalam menentukan pilihan makanan dan minuman.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Khairun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang edukatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kesadaran gizi sejak dini. (*)






