MAROS – Bupati Maros Chaidir Syam memberikan penghargaan kepada delapan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berkontribusi dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Maros.
Penghargaan tersebut diserahkan Chaidir bersama Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur seusai upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Senin (27/7/2026).
Delapan pejabat yang menerima penghargaan yakni Kepala Baperida Sulaiman Samad, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agustam, Kepala Dinas Sosial Andi Zulkifli Riswan Akbar, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Yunus, Kepala DP3A Muhammad Aris, Kepala Disdukcapil Noralim, Kepala Dinas Perpustakaan Syamsuddin, serta Kepala LPKA Kelas II Maros Irdiansyah Rana.
Chaidir mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran OPD dalam mendukung program pemenuhan hak anak sekaligus menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Forum Anak Kabupaten Maros.
“Semua OPD yang menerima penghargaan hari ini merupakan OPD yang menjadi harapan anak-anak kita. Selama ini mereka melakukan pembinaan melalui Forum Anak dan terus berupaya memenuhi kebutuhan anak sesuai tugas masing-masing,” kata Chaidir.
Menurut Chaidir, pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang menangani urusan perlindungan anak. Setiap OPD memiliki peran sesuai bidang masing-masing untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dinas Komunikasi dan Informatika, misalnya, didorong menyediakan akses internet yang aman sekaligus membantu melindungi anak dari paparan konten negatif.
“Misalnya Kominfo, anak-anak berharap tersedianya sarana internet digital yang aman sekaligus adanya penyaringan terhadap informasi negatif yang dapat memengaruhi mereka,” ujarnya.
Sementara Dinas Perpustakaan diharapkan memperluas akses layanan literasi bagi anak. Disdukcapil didorong mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Dinas Sosial juga mendapat perhatian terkait layanan bagi anak penyandang disabilitas, termasuk dukungan penyediaan alat bantu.
“Anak-anak juga berharap Dinas Sosial dapat membantu penyediaan alat-alat disabilitas bagi anak berkebutuhan khusus,” tutur Chaidir.
Chaidir menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia meminta seluruh OPD terus meningkatkan peran dan pelayanan agar kebutuhan serta hak anak dapat dipenuhi secara nyata.
“Saya berharap OPD yang menerima penghargaan ini benar-benar bergerak bersama mewujudkan pemenuhan hak anak di Kabupaten Maros,” tegasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan Maros Syamsuddin mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak.
Salah satunya melalui perpustakaan keliling yang rutin hadir di kawasan Car Free Day setiap pekan. Layanan tersebut ditujukan untuk memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan minat baca anak dan keluarga.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Melalui perpustakaan keliling di Car Free Day, anak-anak dapat membaca, bermain, sekaligus mengembangkan pengetahuan mereka,” kata Syamsuddin.
Peringatan HAN 2026 di Maros menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam pemenuhan hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, literasi hingga perlindungan di ruang digital.






