11 UMKM Binaan BI Sulsel Tampil di ISEF 2026, Perluas Pasar Produk Halal

(Foto: IST)

RadarMakassar.id, JAKARTA – Sebanyak 11 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 14–18 Oktober 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat jejaring usaha, serta meningkatkan daya saing produk lokal Sulawesi Selatan di sektor modest fashion dan pangan halal.

ISEF 2026 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo, pada Rabu (14/10/2026).

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF tahun ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Festival tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional, mulai dari pengembangan rantai nilai halal, pendalaman pasar keuangan syariah, optimalisasi keuangan sosial syariah, hingga perluasan inklusi melalui transformasi digital.

UMKM Fesyen Sulsel Tampil di Panggung Nasional

Pada sektor modest fashion, lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) binaan KPwBI Sulsel turut meramaikan rangkaian kegiatan ISEF 2026.

Kelima UMKM tersebut adalah Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah.

Mereka tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) serta mengikuti Modest Fashion Exhibition yang berlangsung di JICC.

Partisipasi ini menjadi kesempatan bagi pelaku industri fesyen lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan eksposur produk modest fashion asal Sulawesi Selatan.

Melalui ajang tersebut, produk fesyen lokal diharapkan mampu memperkuat posisinya di tengah pertumbuhan industri busana Muslim yang semakin kompetitif.

Produk Pangan Halal Sulsel Masuk Pameran B2B dan B2C

Selain fesyen, produk pangan halal asal Sulsel juga mendapat ruang promosi melalui sejumlah kegiatan pameran dan penjajakan bisnis.

PT Clemira Sukses Bersama menampilkan produk gula aren, sedangkan PT Bunly Abadi Bersama menghadirkan kacang mete dalam pameran B2C Exhibition Halal Food.

Sementara itu, CV Morisama Sejahtera Indonesia membawa produk sambal Mak Judesss dalam pameran bisnis ke bisnis atau business-to-business (B2B). Pelaku usaha tersebut juga mengikuti kegiatan business matching untuk menjajaki peluang kemitraan dengan calon mitra usaha.

Produk-produk Sulsel lainnya turut dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart yang berlokasi di Main Lobby JICC.

Produk yang ditampilkan meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss dari CV Morisama Sejahtera Indonesia, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya.

Kehadiran produk-produk tersebut memberikan kesempatan bagi UMKM Sulsel untuk memperkenalkan keunggulan komoditas dan olahan pangan lokal kepada konsumen maupun calon mitra bisnis dari berbagai daerah.

Pesantren DDI Mangkoso Perkenalkan Produk Air Mineral

Penguatan ekonomi syariah dalam ISEF 2026 juga melibatkan lembaga pendidikan Islam dan pesantren dari Sulawesi Selatan.

Pengasuh Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menghadiri Malam Silaturahmi Pesantren menjelang pembukaan ISEF. Perwakilan pesantren tersebut juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Pondok Pesantren DDI Mangkoso merupakan pesantren binaan KPwBI Sulsel melalui program Pesantren REWAKO, singkatan dari Resilient, Worldclass, Agile, and Knowledgeable.

Dalam rangkaian Indonesia Halal Showcase, pesantren tersebut turut menampilkan produk air mineral hasil usaha pesantren melalui program Air Berkah Indonesia di Island Gerbang Santri.

Keterlibatan ini mencerminkan upaya mendorong pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi melalui kegiatan usaha produktif.

Talenta Muda Sulsel Ikuti Kompetisi Nasional
ISEF 2026 juga menjadi ruang bagi talenta muda Sulawesi Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional.

Believe Imanuel S. kembali berpartisipasi dalam Halal Chef Competition setelah mengikuti kompetisi serupa pada Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.

Selain itu, tim SMAN 1 Soppeng yang sebelumnya meraih Juara I Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) KTI 2026 kembali berkompetisi pada ajang OESN tingkat nasional.

Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kompetensi, serta meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

BI Sulsel Gelar Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sejalan dengan pelaksanaan ISEF di tingkat nasional, KPwBI Sulsel juga menyelenggarakan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026 sepanjang Oktober.

BEKS tahun ini mengusung tema “Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”.

Sejumlah program disiapkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah, termasuk pendampingan sertifikasi halal bagi 50 pelaku UMKM serta empat Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas (RPH-RU).

Program lainnya berupa inisiasi pengembangan wakaf produktif melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Maros, Dompet Dhuafa, Pesantren Ilmul Yaqin Maros, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Maros.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

KPwBI Sulsel juga menginisiasi pengembangan Harmonia Park di Kabupaten Toraja Utara sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim.

Selain itu, BEKS 2026 mencakup peningkatan kompetensi nazhir wakaf serta edukasi keuangan syariah yang menyasar pelajar, mahasiswa, pesantren, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah sekaligus mendorong pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi produktif.

BI Luncurkan Tiga Program Unggulan

Dalam penyelenggaraan ISEF 2026, Bank Indonesia turut meluncurkan tiga program unggulan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Pertama, Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) sebagai pedoman dalam transaksi pasar keuangan syariah.

Kedua, Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP) untuk memperkuat tata kelola zakat.

Ketiga, program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing yang bersumber dari dana sosial syariah.

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan tata kelola, pengembangan pasar keuangan syariah, serta pemanfaatan dana sosial syariah untuk mendukung pendidikan.

Melalui rangkaian ISEF 2026 dan BEKS 2026, Bank Indonesia mendorong kolaborasi antara pelaku UMKM, pesantren, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat.

Keterlibatan UMKM, pesantren, dan talenta muda Sulawesi Selatan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas kemitraan usaha, serta memperkuat kontribusi daerah dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Masyarakat dapat mengunjungi ISEF 2026 secara langsung di Jakarta International Convention Center hingga 18 Oktober 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi www.isef.co.id atau aplikasi ISEFun di https://apps.isef.co.id. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *