RadarMakassar.id – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung dan meningkatkan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis green economy yang berdaya saing dan inovatif.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Melia, Makassar pada Selasa 21 Oktober, Diskop UKM Makassar merumuskan strategi tepat bagaimana menumbuhkan UMKM secara sustainability dengan berkolaborasi bersama pentahelix, seperti pemerintah, BUMN, Perbankan, Akademis, pelaku usaha, hingga media turut dilibatkan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar Alrlin Ariesta, menerangkan apa yang melatar belakangi pihaknya mendorong pelaku UMKM menerapkan green economy. Dia bilang, green economy ini merupakan isu global dengan kebutuhan adaptasi terkait kondisi lingkungan, global, baik terkait dengan iklim cuaca maupun kebiasaan dalam penggunaan plastik yang mulai menumpuk, bahan bakar yang semakin menipis.
“Ini yang mendorong kita untuk melakukan langkah langkah sejak awal khusunya bagi pelaku UMKM. Pelaku UMKM di dorong dengan tiga langkah, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek contohnya mulai mengurangi penggunaan plastik, botol tidak lagi menggunakan plastik kemasan. Begitu juga dukungan dari semua pihak mulai dari diri dan instansi kita,” ungkapnya.

Arlin menegaskan, green economy ini merupakan suatu isu yang harus terus digaungkan. “Kita sudah melihat bagaimana tantangan – tantangan kedepan. Terkait dengan itu maka kita rumuskan, mengidentifikasi terus mengajak semua pihak dengan metode konsep kerjasama pentahelix bagaimna mendukung pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya berbasis green economy,” tuturnya.
Green economy ini juga menjadi ciri khas bagi pelaku UMKM itu sendiri. Diskop Makassar berharap, kedepan apa yang sirumuskan hari ini berjalan berkelanjutan dengan didukung regulasi.
“Terus dilakukan bentuk kolaborasi suatu forum maka kita mengintrgrasikan kegiatan ini pada Makassar Kreatif Hub yang merupakan program prioritas Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arlin menjelaskan bahwa Diskop UKM Makassar akan membedikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, juga diberikan perlindungan serta pemberdayaan sebagaimaan tuntutan dari pemerintah nomor 7 tahun 2021.
“Dan, kita sudah tindak lanjuti dengang Perrwali Makassar 120 tahun 2021 bagaimana menfasilitasi dan mendukung pelaku UMKM termasuk terkait dalam kemudahan dalam perizinan, akses pembiayaan, pemasaran. Begitu juga melakukan pemberdayaan peningkatan kafasitas termasuk dengan perumusan model kemitraan,” pungkas Arlin.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulsel, Widya mengajak semua pihak berkolaborasi, khusunya pelaku usaha agar memanfaatkan layanan yang ada di PLUT dalam pengembangan usahanya.
“Saya memohon support agar hubungan kemitraan bisa berkesinambungan dan berkelanjutan. PLUT terhuka untuk melalukan kerjasama agar ada peningkatan UMKM berdaya saing dan inovatif. Sama sama bersama PLUT,” ajaknya. (jar)






