RADARMAKASSAR.ID — BYD Indonesia mengajak sejumlah jurnalis menjajal mobil listrik BYD Atto 1 di rute Makassar–Maros pulang pergi (PP) sejauh 119 kilometer, Kamis (6/11/2025).
Dalam perjalanan itu, Atto 1 menunjukkan performa tangguh menembus hujan, menanjak di jalan beton pedesaan, hingga kembali ke kota dengan konsumsi energi setara kurang dari Rp20 ribu.
Rombongan uji kendara (test drive) berangkat dari BYD Haka Karebosi pada Kamis pagi.
Dari situ, para peserta mengelilingi sejumlah ikon Kota Makassar seperti Monumen Mandala, Centre Point of Indonesia (CPI), dan Pantai Losari, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Maros melalui jalan tol.
Di Maros, peserta test drive mengunjungi dua destinasi wisata unggulan, yakni Taman Arkeologi Leang-Leang di Kecamatan Bantimurung dan Rammang-Rammang di Kecamatan Bontoa, yang terkenal dengan bentang alam pegunungan karst.
Medan perjalanan cukup menantang. Rombongan melewati jalan beton menanjak, menurun, dan berkelok di jalur penghubung Leang-Leang–Rammang-Rammang via Jalan Raya Tukamasea.
Kondisi semakin sulit akibat hujan lebat dan jalan licin karena ceceran tanah galian di beberapa titik.
Salah satu jurnalis peserta, Amin Rais, mengaku terkesan dengan performa Atto 1.
“Responsnya cepat kalau digas, apalagi saat mau menyalip kendaraan atau melibas tanjakan. Ada tiga mode berkendara juga: eco, normal, dan sport,” ujarnya.

BYD Atto 1 dibekali motor listrik dengan torsi hingga 135 Nm, mampu berakselerasi dari 0–50 km/jam dalam 4,9 detik dan mencapai kecepatan maksimum 130 km/jam.
Amin juga menilai Atto 1 lincah bermanuver, terbukti saat sesi Agility Station, di mana peserta mengemudi zig-zag menghindari cone.
“Radius putarnya kecil, enak untuk bermanuver,” katanya.
Kelincahan itu ditunjang dimensi bodi ringkas—panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.590 mm—yang memberi keseimbangan ideal antara ruang kabin dan kemampuan adaptasi di jalan.
Interiornya juga modern dengan panel digital 7 inci, BYD Karaoke, serta ruang kaki lega bagi penumpang depan dan belakang.
Keunggulan utama mobil listrik tentu pada efisiensi biaya. Berdasarkan hasil uji, Atto 1 yang dikendarai Amin mengonsumsi energi 13,328 kWh untuk jarak 119 kilometer.
“Jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, konsumsi energi kendaraan listrik jauh lebih murah,” ujar Head of Product BYD Motor Indonesia Bobby Bharata.

Ia menambahkan, Atto 1 mendukung pengisian cepat (DC fast charging) hingga 30 kW untuk varian Dynamic dan 40 kW untuk varian Premium.
Baterai dapat terisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Selain itu, tersedia pengisian AC hingga 6,6 kW.
Merambah Pasar Timur
Head of PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan menegaskan, BYD berkomitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Saat ini, BYD berkontribusi sekitar 15 persen dari total penjualan kendaraan elektrifikasi nasional.
“Secara global, BYD sudah menjual 14 juta unit dan menjadi produsen kendaraan listrik nomor satu di dunia,” ujarnya.
Luther menambahkan, BYD fokus menghadirkan layanan dan kualitas, bukan bersaing dalam harga.
“Kami bukan sekadar menjual mobil, tapi menghadirkan solusi teknologi dan kenyamanan berkendara,” katanya.
Optimisme itu juga diwujudkan lewat ekspansi di kawasan timur Indonesia, dengan pembukaan diler baru Haka Palu, Haka Kendari, dan Haka Manado.
“Elektrifikasi adalah keniscayaan. Ini upaya mengubah kebiasaan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkas Luther.(**/rik)


