Radarmakassar.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui Rektor, Prof Hamdan Juhannis merekomendasikan penguatan diplomasi Indonesia dalam rangka solusi perdamaian dua negara berkonflik (two state solution) antara Palestina dengan Israel.
Ini merupakan salah satu poin dari lima poin penting lainnya yang direkomendasikan UIN Alauddin dalam seminar internasional bertajuk “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza” yang digelar di Auditorium UIN Alauddin Makassar pada Senin (17/11).
Adapun lima poin rekomendasi lainnya adalah; Perlunya inisiatif kemanusiaan berkelanjutan untuk Gaza, perlu ada pendidikan dan diplomasi publik untuk perdamaian, perlunya penguatan narasi global berbasis hak asasi manusia, perlunya penguatan diplomasi pengetahuan melalui penelitian kolabotratif serta perlu penyusunan roadmap diplomasi Indonesia untuk segera diserahkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Poin -poin ini disampaikan Prof Hamdam sebagai bahan rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia dan mitra internasional dalam memperkuat diplomasi perdamaian dunia Islam.
Menurut Prof. Hamdan, kemampuan diplomasi politik Presiden Prabowo dalam upaya mendamaikan negara berkonflik khusunya Palestina dengan Israel harus didukung dengan memberikan masukan atau rekomendasi kebijakan.
“Kemampuan diplomasi politik bapak Presiden itu harus di bawa ke meja akademik dan kita menyuarakan bukan sekedar berakhir di meja seminar tetapi kita akan membangun jejaring akademik untuk bisa kita sukseskan,” katanya.
Diketahui, UIN Alauddin sebagai tuan rumah dan penyelenggara pertama dari empat seri seminar yang di gagas oleh Menteri Agama. Sementara seminar kedua akan digelar di UIN Sumatera Utara dengan konsep untuk melihat bagaimana negara – negara Asia Tenggara memandang pernyataan yang di sampaikan Presiden Prabowo. Selanjutnya juga akan digelar di UIN Jawa Timur, kemudian terakhir di UIN Jakarta.
“UIN Aalauddin dipercaya yang pertama melaksanakannya karena dianggap bahwa selalu siap dan topiknya, sub temanyalah di UIN Alauddin yang paling fundamental karena langsung menunjuk peran kunci bapak Presiden untuk mengkampanyekan dan memastikan bahwa perdamaian di Gaza bisa di wujudkan, dan itu momentumnya saat beliau menyampaikan pidato di PBB,” ujarnya.
“Harapannya semoga rekomendasi yang dihasilkan malalui seminar ini bisa dipertinbangkan khususnya menguatkan peran bapak Presiden,” tambah Prof. Hamdan.
Menteri Agama Prof Nasaruddin mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pernyataan-pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Newyork, Amerika Serikat dan Mesir tentang solusi perdamaian di Gaza yang saat ini tengah jadi perbincagan negara – negara luar.
“UIN Alauddin berkepentingan untuk menindaklanjuti atau mengartikulasikan pernyataan – pernyataan Presiden Prabowo bahwa two state solution itu menyentak banyak negara yang sekarang ini langsung redam. Kita juga menpersiapkan bagaimana pak Prabowo berbicara lebih lanjut, apa yang kita lakukan pasca konflik, solusinya seperti apa,” ujar Menag saat konfrensi pers di Auditorium Kampus UIN Alauddin. (jar)






