Daerah  

Bupati Maros Ultimatum Dinas Pendidikan Soal Serapan yang Masih Rendah

RADARMAKASSAR.ID – Bupati Maros, Chaidir Syam melontarkan pernyataan keras atas minimnya serapan anggaran sejumlah Dinas di akhir tahun ini.

Tiga Dinas yang serapan anggarannya rendah itu mulai dari Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP), Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan.

Chaidir berjanji akan mengevaluasi kinerja mulai Kepala Dinas hingga Kepala Bidang jika serapannya masih  rendah di sisa akhir tahun ini.

“Kita akan evaluasi mulai dari Kadis dan Kabidnya jika memang tidak mampu menjalankan programnya,” kata Chaidir di sela rapat koordinasi bersama seluruh Dinas, Jumat (28/11/2025).

Chaidir menjelaskan, serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros tercatat baru mencapai 86 persen per akhir November ini. Sementara waktu pekerjaan hanya sekitar 20 hari. 

“Harusnya kalau tidak mampu mengelola anggaran, serahkan saja ke OPD lain,” tegas Chaidir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi David Syamsuddin merincikan, Dinas Perhubungan saat ini baru menyerap 30 persen anggaran.

“Rendahnya realisasi disebabkan satu kegiatan kontraktual yang baru rampung pada Desember. Tapi kita optimis selesai sampai 100 persen,” terangnya.

Selanjutnya, Dinas PUTRPP juga masih mencatat serapan 47,9 persen, namun dinilai tetap sesuai jadwal pengerjaan dan diperkirakan mampu menyerap anggaran hingga 100 persen.

Adapun Dinas Pendidikan, serapannya baru 54 persen. Banyaknya kegiatan yang baru masuk dalam perubahan anggaran disebut menjadi penyebab pelaksanaan efektif hanya berjalan dua bulan terakhir.

“Mereka menjanjikan minggu depan kontrak mulai selesai. Pekerjaannya kecil-kecil seperti rehab toilet dan jamban sekolah, tapi paketnya banyak,” jelasnya.

Khusus Dinas Pendidikan, Sekda mendesak agar seluruh kegiatan bisa segera dikerjakan. Pasalnya, hanya Dinas pendidikan yang progres kegiatannya masih ada yang terhambat di perencanaan.

“Hasil rapat kita menunjukkan ada sekitar Rp 1 miliar yang kemungkinan tidak bisa diserap oleh Dinas Pendidikan tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pendapatan daerah, Davied menyebut sudah berada di angka 80 persen dan ditargetkan menembus 96 persen hingga akhir tahun. Sementara realisasi belanja masih tertahan di 73 persen.

“Kita tetap optimistis target belanja 94 persen bisa tercapai untuk tahun ini. Ini sudah sesuai harapan kita,” ujarnya.

Sayangnya, PLT Kepala Dinas Pendidikan, Andi Wandi Patabai saat hendak dikonfirmasi memilih untuk tidak berkomentar ke wartawan.(bak/rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *