Cerita dari Timur untuk Indonesia: Mendulang Berkah dari Munggiango Hulalo

Whale Shark di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Provinsi Gorontalo. (Foto: Dok. LPS Sulampua)

RadarMakassar.id, — Keberadaan Hiu Paus atau yang oleh masyarakat Gorontalo dengan bahasa setempat disebut Munggiango Hulalo, membawa berkah bagi warga Desa Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, yang berada di wilayah pesisir perairan Teluk Gorontalo, sekitar 25 menit perjalanan dari pusat Kota Gorontalo.

Sabtu, 29 November 2025, cuaca pagi hari di Pantai Botubarani sangat cerah. Pak Nune bersama kurang lebih 40-an warga Desa Botubarani yang sehari-hari sebagian besar nelayan sekaligus menjual jasa menjadi pemandu wisata di Whale Shark Botubarani sudah standby dengan perahu kecilnya masing-masing di bibir pantai tersebut.

Sekira pukul 09.15 Wita, rombongan peserta Media Gathering yang digelar Kantor Wilayah III Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tiba di Whale Shark Botubarani, dan disambut senyum ramah dari Pak Nune dan rekan-rekannya sesama pemandu wisata serta para pedagang makanan maupun souvenir di lokasi tersebut.

Kedatangan para peserta Media Gathering yang merupakan para jurnalis perwakilan dari 25 media di Kota Makassar, yang diboyong oleh LPS ke Gorontalo itu bagi Pak Nune dan kawan-kawannya membawa kebahagiaan dan berkah tersendiri.

Meski tak banyak, namun rupiah tetap bisa mereka dulang dari kunjungan para jurnalis tersebut ke Botubarani yang memang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Gorontalo.

Dengan perahu-perahu kecil milik Pak Nune dan kawan-kawannya yang setiap perahu maksimal memuat tiga penumpang, para jurnalis peserta Media Gathering yang digelar LPS itu pun dibawa berlayar tak jauh dari bibir pantai untuk berjumpa dan menyapa Munggiango Hulalo yang menjadi “aktor utama” di destinasi wisata Whale Shark Botubarani.

Lima ekor Munggiango Hulalo dengan panjang barvariasi antara 3-6 meter, yang oleh masyarakat setempat diberi nama Sherli pun menampakkan diri dan menyapa para jurnalis.

Agar para wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih seru dan tak terlupakan, Pak Nune bersama rekan-rekannya para pemandu wisata sudah menyiapkan canoe (perahu kecil) yang terbuat dari fiber bening atau transparan lengkap dengan guide atau mungkin bisa disebut pawang Munggiango Hulalo, karena mereka bisa mengarahkan ikan berukuran besar tersebut untuk bisa berinteraksi lebih dekat dengan para wisatawan yang datang.

Bagi para jurnalis peserta Media Gathering LPS, ini menjadi pengalaman seru, unik, menegangkan dan tentunya benar-benar tak terlupakan.

Untuk biaya yang harus dikeluarkan para wisatawan, tarif masuk di kawasan wisata tersebut sebesar Rp10.000 per orang, tarif sewa perahu yang mengantarkan ke spot pertemuan dengan Munggiango Hulalo Rp100.000. Sementara untuk sewa canoe bening beserta pemandu include dengan jasa foto dan video dari atas menggunakam drone selama delapan menit dikenakan tarif Rp450.000.

Jika ingin mencoba diving atau menyelam maupun hanya ber-snorkeling, di lokasi tersebut juga sudah ada fasilitasnya. Biayanya mulai dari Rp350.000 per orang.

Menurut Pak Nune, Munggiango Hulalo ini sebenarnya sudah ada di Pantai Botubarani sejak tahun 80-an. Hanya saja, baru viral dan diketahui kemudian banyak dikunjungi masyarakat luas pada sekitar tahun 2015-2016.

“Begitu keberadaan Munggiango Hulalo ini viral, itu juga menjadi berkah bagi kami masyarakat di sini. Karena bisa mendatangkan wisatawan, dan kami bisa mendapat pemasukan (penghasilan dari menjual jasa sebagai pemandu wisata),” tutur Pak Nune.

“Seperti saat ini, ada peserta Media Gathering LPS yang berkunjung ke sini, ya kami juga senang dan berterima kasih karena kami yang rata-rata nelayan, ada pemasukan tambahan. Kegiatan seperti ini secara tidak langsung membantu perekonomian warga di sini yang berdagang maupun yang jual.jasa sebagai pemandu wisata,” sambungnya.

Sebelumnya, saat membuka kegiatan Media Gathering 2025 yang digelar sejak tanggal 28 sampai 31 November 2025 di Gorontalo, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah III LPS, Fuad Zaen, memang menyampaikan bahwa selain bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi LPS dengan para jurnalis di wilayah Sulampua, sekaligus memberikan informasi update dan pengetahuan baru tentang tugas dan fungsi LPS, kegiatan yang diikuti para jurnalis perwakilan dari 25 media di Kota Makassar ini juga diharapkan bisa ikut mendorong peningkatan potensi ekonomi lokal di Gorontalo.

“Kenapa pilih Gorontalo? Karena Gorontalo merupakan satu provinsi yang menjadi banyak tujuan orang-orang. Dan pastinya kehadiran kita di sini menyemarakkan Kota Gorontalo,” ungkap Fuad Zaen, Jumat (28/11/2025).

“Kehadiran kita di sini untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal Gorontalo,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *