Daerah  

Generasi Muda Diajak Teladani Jejak Perjuangan di Barru

RADARMAKASSAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Malam Keakraban Napak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025 di Monumen Nasional Perjuangan Kemerdekaan RI, Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu malam (29/11).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sejarah perjuangan lokal sekaligus upaya memperkuat nasionalisme generasi muda.

Acara ini dihadiri Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Abustan A. Bintang, Kaajendam XIV/Hasanuddin Kolonel C.A.J. Febrianto beserta istri, serta Andi Ilhamsyah Mattalatta, putra Mayor Jenderal (Purn) H. Andi Mattalatta.

Hadir pula Musafir Kelana Arifin Nu’man, putra pejuang Arifin Nu’mang, unsur Forkopimda, Ketua DPRD atau perwakilan, Sekda Barru, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, perbankan, organisasi masyarakat, dan seluruh peserta Napak Tilas.

Dalam sambutannya, Andi Ilhamsyah Mattalatta menegaskan bahwa Napak Tilas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya jejak perjuangan ayahnya dan para pahlawan daerah.

Ia mengenang peristiwa 28 Desember 1946, ketika rombongan Andi Mattalatta berhasil mendarat di Garongkong dan bergerak menuju Paccekke meski kawasan tersebut dijaga ketat tentara KNIL/NICA.

“Kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kita kepada para pejuang yang telah menghadirkan republik ini. Mereka berkorban, merdeka atau mati, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Generasi muda harus menjaga dan meneruskan nilai-nilai itu,” ujarnya.

Wakil Bupati Barru, mewakili Bupati, menjelaskan bahwa Barru memiliki hubungan sejarah kuat dengan TNI.

Di Paccekke pernah berlangsung Konferensi Paccekke, saat Panglima Besar Jenderal Soedirman memberikan mandat kepada Andi Mattalatta untuk membentuk TNI di Sulawesi. 

Momen tersebut menjadi tonggak awal pembentukan kekuatan militer nasional di Kawasan Timur Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Desa Paccekke kini berkembang sebagai desa wisata sejarah, dilengkapi monumen perjuangan nasional dan hamparan hutan hijau yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pemerintah berharap kegiatan Napak Tilas dapat digelar lebih besar pada tahun-tahun berikutnya serta melibatkan jajaran TNI secara lebih luas.

Malam keakraban juga dirangkaikan dengan penyerahan buku otobiografi Mayor Jenderal (Purn) H. Andi Mattalatta berjudul “Meniti Siri dan Harga Diri”.

Buku diserahkan oleh Andi Ilhamsyah Mattalatta kepada Kaajendam XIV Hasanuddin, Bupati Barru, dan Wakil Bupati Barru.

Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan pemenang Napak Tilas 2025, yakni Runner Kariango sebagai Juara 1, Kostrad Kariango Juara 2, UMI Makassar Juara 3, Desa Balusu Satu Juara 4, dan Desa Ajakkang Juara 5.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Pemkab Barru juga membagikan 80 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Paccekke.

Napak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025 menjadi agenda tahunan Pemkab Barru yang bertujuan menghidupkan kembali nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap sejarah lokal. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan pelestarian nilai perjuangan bagi generasi muda.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *