RADARMAKASSAR.ID — Jalan poros Pamanjengan–Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus menjadi sorotan masyarakat akibat kerusakan parah yang kerap memicu kemacetan, terutama saat musim hujan. Genangan air dan lubang jalan yang semakin melebar membuat aktivitas pengguna jalan terganggu.
Kondisi tersebut mendorong warga setempat melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong. Hingga kini, belum terlihat langkah perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, meski jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Menanggapi keluhan masyarakat, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid, memastikan bahwa jalan poros Pamanjengan–Moncongloe telah masuk dalam agenda perbaikan pemerintah provinsi.
“Jalan yang dimaksud masuk dalam Paket 6 single years yang dimulai dari batas Kota Makassar (BTP)–Pamanjengan–Moncongloe–Benteng Gajah, Kabupaten Maros, dengan panjang sekitar 9,37 kilometer,” ujar Kadir Halid, Minggu (21/12).
Ia menjelaskan, pengerjaan Paket 6 tersebut direncanakan mulai pada APBD Pokok Tahun Anggaran 2026 dan saat ini masih dalam tahapan proses tender.
“Belum dibahas secara rinci di Komisi D terkait waktu pelaksanaan karena masih berproses di bagian pengadaan barang dan jasa. Namun, dalam waktu dekat akan segera dikerjakan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Daerah Pemilihan Sulsel VI, Andi Irfan AB. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan poros Pamanjengan–Moncongloe telah dialokasikan dalam APBD 2026.
“Insya Allah, jalan Pamanjengan–BTP hingga Benteng Gajah akan masuk pekerjaan single years pada tahun 2026 mendatang. Anggarannya sudah dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi dalam APBD 2026,” kata Andi Irfan yang juga menjabat Ketua Fraksi Harapan DPRD Sulawesi Selatan.
Dengan masuknya proyek tersebut dalam agenda anggaran, masyarakat berharap perbaikan segera terealisasi demi kelancaran aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.(**)






