Gowa, Radarmakassar.id – Sop konro merupakan masakan tradisional khas Sulawesi Selatan yang menggunakan daging baik sapi, kuda ataupun kambing sebagai bahan utama dan dipadukan dengan rempah-rempah. Aroma khas dan cita rasa yang dihasilkan membuat kuliner ini banyak digandrumi masyarakat.
Nama “Konro” berasal dari bahasa Makassar yang berarti Iga. Masakan tradisional ini umumnya terbuat dari iga daging sapi namun tidak jarang ada juga yang menggunakan daging kuda. Prosesnya dimasak dalam kuah rempah yang kental untuk menghadirkan rasa yang khas .
Salah satu penjual sop konro kuda yang telah lama menekuni usaha kuliner ini adalah Hj Lu’mu Dg. Ke’nang. Ia mengaku telah mengelola usaha sop konro kuda selama 25 tahun di Jalan Poros Malino, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Dalam pembuatan sop konro, daging kuda di cuci terlebih dahulu hingga bersih. Setelah itu daging kuda dimasak sampai empuk, waktu memasaknya tergantung tekstur daging. Daging yang telah dimasak kemudian dipotong-potong lalu dicampurkan dengan kuah rempah-rempah.
“Pertama daging kuda nya dicuci terlebih dahulu sampai bersih, kemudian dimasak dan dipotong-potong kecil lalu ditambahkan ke kuah rempah yang sudah diracik,” ujar Hj. Lu’mu Dg. Ke’nang saat ditemui di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu, 7 Desember 2025.
Pelaku usaha lainnya, Hj. Sanging yang juga menekuni usaha sop konro kuda sejak tahun 2012 di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengaku tertarik pada kuliner ini karena belum banyak yang membuka dan peminatnya banyak. Ia mengungkapkan sop konro kuda memiliki cita rasa khas yang membedakan dengan sop konro daging sapi.
“Yang membuat beda itu lemaknya, kalau konro sapi lemaknya membeku saat dingin. Sedangkan lemak daging kuda itu tidak membeku tapi bentuk minyak, jadi itu yang buat enak dan banyak khasiatnya kalau dimakan,” ucap Hj. Sanging saat ditemui, Minggu, 7 Desember 2025.
Menurutnya sop konro kuda ini hanya berbeda pada penggunaan dagingnya saja, namun proses memasak dan rempah-rempah yang digunakan tetap sama.
Tata boga Ahmad Darwis S.Pd., menyebutkan bahwa rempah-rempah yang digunakan pada masakan ini, seperti sereh, kacang, merica,lengkuas, kunyit, bawang merah dan bawang putih.
Menurutnya, penggunaan daging kuda pada kuliner tradisional khas Sulawesi Selatan ini merujuk pada kabupaten Jeneponto yang terkenal dengan kuda dan aneka makanan dengan bahan utama dari daging kuda.
“Kan Jeneponto terkenal dengan kuda, salah satu makanannya itu adalah Gantala Kuda. Kemudian, mulailah mencoba memasak daging kuda menjadi sop konro akhirnya sekarang menjadi varian baru di makanan tradisional yang kita sebut sop konro kuda,” ujarnya.
Ahmad Darwis, mengatakan bahwa sop konro kuda bentuk inovasi dan varian baru dari sop konro yang harus dilestarikan diantara banyaknya makanan modern yang mulai berdatangan.
“Sop konro kuda ini adalah inovasi baru karena ,mula-mulanya belum ada dikenal sop konro menggunakan daging kuda, yang kita tahu hanya Gantala Kuda makanan khas dari jeneponto. Seiring perkembangan, karena kuda juga memiliki tulang (iga) cobalah dimasak sop konro. Alhasil munculah varian baru dari Sop konro menggunakan bahan utama daging kuda,” ungkapnya , 8 Desember 2025. (Rifka)






