JENEPONTO, RADAR MAKASSAR.ID– Kasus Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terulang, Puluhan anak siswa-siswi SDN 7 Rumbia, Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, diduga mengalami keracunan alergi, sakit kepala, mual dan gatal-gatal, sehingga dilarikan ke Puskesmas Tompobulu dan Rumah Sakit Pratama Rumbia, Kabupaten Jeneponto kamis 23 april 2026.
Kejadian keracunan MBG di kabupaten Jeneponto banyak beredar luas di media sosial (Medsos), dimana infonya ada 21 anak siswa-siswi dengan perincian 12 anak yang mendapat perawatan medis dan 9 anak mendapatkan observasi lantaran diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontomanai.
Hal ini mendapatkan juga sorotan dari anggota DPRD provinsi sulawesi dari Fraksi Gerindra yang merupakan Dapil Jeneponto Vonny Ameliani Suardi.
Ia sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi keracunan puluhan siswa-siswi di Jeneponto, sehingga dirinya meminta hal ini mendapatkan perhatian khusus dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saya secara pribadi maupun sebagai legislator dari Fraksi Gerindra sangat menyayangkan kejadian itu terjadi di jeneponto dan meminta korwil BGN untuk segera menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,”katanya. Jumat (24/4).
Vonny menegaskan bahwa program MBG harus di laksanakan dengan penuh komitmen sebagai upaya memastikan nutrisi para pelajar sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto sehingga pelayanannya harus betul-betul bersih dan higenis.
“Program MBG adalah inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui agar tidak ada lagi anak kekurangan Gizi sehingga SPPG harus menjaga makanan yang berkualitas sebelum di salurkan ke sekolah-sekolah,” tegasnya.





