RadarMakassar.id – Pertanian masih menjadi sektor yang paling dominan menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan Bank Rakyak Indonesia (BRI) Region 15 Makassar di awal tahun (Januari-April) 2026.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto, mengungkap bahwa 49,70 persen dari KUR yang disalurkan BRI Region 15 Makassar mulai Januari hingga April 2026, diserap oleh pelaku usaha di sektor pertanian.
“Jadi KUR yang disalurkan itu paling dominan masih di sektor pertanian, dengan persentase 49,60 persen,” ungkap Iwan dalam kegiatan Media Gathering BRI Region 15 Makassar yang berlangsung di Kantor Regional Office Makassar lantai 5, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Jumat (8/5/2026).
Iwan merinci, selain sektor pertanian, KUR yang telah disalurkan BRI Region 15 Makassar juga diserap oleh pelaku usaha di bidang industri pengolahan (3,06 persen); perdagangan (24,39); jasa (19,53 persen); dan perikanan (3,42 persen).
Adapun untuk jumlah total KUR yang telah disalurkan BRI Region 15 Makassar yang membawahi 4 provinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku) selama periode Januari hingga April 2026 yakni sebesar Rp4.823.492.500.667.
“Kalau di persentasekan, itu 104,18 persen dari target di periode Januari sampai April 2026 yang jumlahnya sebesar Rp4.629.914.647.548,” terang Iwan.
Jumlah KUR yang telah tersalurkan tersebut diberikan kepada sebanyak 94.289 debitur dengan rincian 98 persen atau 92.851 debitur KUR Mikro, dan 2 persen atau 1.438 debitur KUR Kecil.
Capaian penyaluran KUR oleh Region 15 Makassar ini, kata dia, mempertegas posisi BRI sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang fokus pada pemberdayaan usaha masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Iwan menambahkan, bagi BRI Region 15 Makassar, KUR bukan sekadar instrumen penyaluran modal, melainkan pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat secara menyeluruh.
“BRI berkomitmen untuk terus mendampingi para debitur melalui penguatan ekosistem pemberdayaan,” pungkasnya. (*)






