News  

Tim DVI Identifikasi Jenazah Terbaru Diduga Korban KM Nurul Salsa, 14 Masih Dicari

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto bersama Kabiddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris dan pihak dari Basarnas M. Arif serta tim foreknsik saat memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan KM Nurul Salsa di gedung Biddokes Jalan Kumala, Jumat (24/7).

Makassar, Radarmakassar.id – Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan Selayar. Jenazah tersebut kini telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara pada Jumat (24/7).

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan penemuan jenazah terbaru itu membuat jumlah korban yang berhasil ditemukan menjadi tiga orang dari total 17 penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Jenazah sudah sampai dan diserahterimakan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Dari 17 orang yang dilakukan pencarian, sudah ditemukan tiga orang, sehingga masih ada 14 korban yang masih dalam pencarian,” ujar Didik saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menjelaskan, berdasarkan ciri-ciri fisik, jenazah yang baru ditemukan berjenis kelamin laki-laki. Namun identitasnya masih belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan Tim DVI.

Selain perkembangan pencarian korban, Polda Sulsel juga terus mendalami penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 25 orang saksi, bertambah dua orang dibandingkan sehari sebelumnya. Kasus tersebut masih berada pada tahap penyidikan.

Sementara itu, SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas, M. Arif, mengatakan operasi pencarian telah memasuki hari ke-10. Basarnas menerima laporan tenggelamnya KM Nurul Salsa pada 15 Juli 2026 pukul 16.30 Wita dan langsung mengerahkan operasi pencarian.

Menurut Arif, berdasarkan prosedur standar, operasi SAR seharusnya berakhir pada hari ketujuh. Namun, hasil evaluasi bersama tim SAR gabungan, pemerintah daerah, dan keluarga korban membuat Kepala Basarnas memberikan perpanjangan operasi selama tiga hari.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penumpang (Person on Board/POB) telah diverifikasi dari semula 78 orang menjadi 76 orang setelah ditemukan adanya data ganda. Hingga hari ke-10, tidak ada lagi laporan tambahan dari keluarga yang menyatakan anggota keluarganya berada di atas kapal.

“Dari total 76 penumpang yang telah terverifikasi, sebanyak 58 orang berhasil diselamatkan, empat orang dinyatakan meninggal dunia, dan hingga kini masih ada 14 orang yang belum ditemukan,” jelasnya.

Basarnas merencanakan penutupan sementara operasi SAR pada sore hari setelah dilakukan evaluasi lanjutan. Meski demikian, apabila di kemudian hari ada laporan penemuan korban, operasi akan kembali dibuka dalam bentuk operasi evakuasi untuk mengambil jenazah dan menyerahkannya kepada Tim DVI.

Dalam proses pencarian, tim SAR memfokuskan penyisiran di wilayah Pulau Sabalana dan Sanana, termasuk puluhan pulau kecil yang tidak berpenghuni. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena korban sebelumnya ditemukan di Pulau Matalang yang juga tidak berpenghuni.

Arif menyebut tantangan terbesar selama operasi pencarian adalah kondisi cuaca yang buruk. Selama 10 hari pencarian, tim harus menghadapi gelombang hingga tiga meter serta angin kencang dari timur ke tenggara yang menyulitkan proses penyisiran di laut. 

Sedangkan untuk proses identifikasi korban yang baru ditemukan, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris mengatakan akan memaksimalkan waktu yang ada untuk mengidentifikasi korban. Ia menyebut akan segera melakukan pemeriksaan seperti pada korban-korban sebelumnya.

“Untuk identifikasi kita akan mrlajukan hal yang sama, memeriksa sidik jadi, atribut-atribut dan yang lainnya,” ujar Haris.

Terkait kondisi korban, Haris mengatakan baru akan melakukan pemeriksaan. Termasuk tingkat kesulitan tim Forensik untuk mengenali identitas korban. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *