Makassar, Radarmakassar.id – Langkah pendirian Program Studi (Prodi) S1 Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memasuki tahapan penting. Melalui Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Visi, Misi, dan Keunggulan Prodi S1 Psikologi, berbagai pemangku kepentingan duduk bersama menyusun arah pengembangan program studi yang diharapkan menjadi salah satu kekuatan baru UIN Alauddin dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
FGD yang berlangsung di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Kampus I UIN Alauddin Makassar, Kamis (23/7/2026), dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Prof. Muh. Amri Tajuddin, yang mewakili Rektor UIN Alauddin Makassar.
Prof. Amri mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan Prodi S1 Psikologi telah dirintis sejak lebih dari satu dekade lalu. Peluang merealisasikan cita-cita tersebut terbuka seiring adanya hibah pemerintah yang mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), yang direncanakan akan berkembang menjadi dua fakultas mandiri.
“Persyaratan berdirinya fakultas kedokteran mengharuskan adanya penambahan program studi. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pimpinan UIN Alauddin Makassar untuk mengembangkan kampus, salah satunya melalui usulan pendirian Program Studi Psikologi,” ujarnya.
FGD dipandu oleh Prof. Dr. Hj. Nurhidayah, S.Kep., Ns., M.Kes. sebagai moderator dan menghadirkan pakar Psikologi Islam, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama.
Dalam forum tersebut disepakati distingsi Prodi S1 Psikologi UIN Alauddin Makassar, yakni Psikologi Kesehatan Keluarga Berbasis Peradaban Islam. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pendekatan psikologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Prof. Abdul Mujib menjelaskan bahwa integrasi ilmu psikologi dan ajaran Islam tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, keduanya harus menyatu sejak awal proses pembelajaran.
“Kalau kita ambil satu sendok kopi susu, kita sudah sulit membedakan mana air, mana susu, mana kopi, mana gula. Itulah integrasi yang sesungguhnya,” jelasnya.
Selain merumuskan visi dan misi, forum juga membahas penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Untuk itu, UIN Alauddin melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai pengguna lulusan, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, DP3A Provinsi Sulawesi Selatan, BNN, Polda Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, BKKBN, HIMPSI Sulawesi Selatan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, serta perwakilan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Masukan dari para peserta menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga psikologi di berbagai sektor. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, misalnya, menilai kehadiran psikolog di puskesmas sangat dibutuhkan untuk mendukung deteksi dini tumbuh kembang anak, memperkuat pola asuh keluarga, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, perwakilan BNN, DP3A, Polda Sulawesi Selatan, dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM menilai berbagai persoalan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkotika, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pelanggaran hukum, tidak terlepas dari lemahnya ketahanan keluarga.
Melalui perumusan visi, misi, dan keunggulan yang melibatkan akademisi, praktisi, serta pengguna lulusan, UIN Alauddin Makassar berharap Prodi S1 Psikologi mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, serta berkarakter Islami, sekaligus berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan psikologis masyarakat melalui penguatan ketahanan keluarga. (*)






